Pasar Sepi dan Omzet Anjlok, Pedagang Harap Tak Ada Aksi Demonstrasi
Pedagang di Pasar Gresik menyerukan tidak ada aksi demonstrasi. Belakang aksi demonstrasi yang disertai tindak anarkis dan penjarahan membuat warga khawatir. Aktivitas perbelanjaan pun sepi akibat kondisi tersebut.
GRESIK, SJP — Sejumlah pedagang kuliner di Kabupaten Gresik turut terdampak akan maraknya aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini di sejumlah daerah. Omzet mereka pun anjlok.
Seperti halnya diungkapkan Imah, pemilik kuliner telur ikan Sindujoyo yang berjualan id Pasar Gresik. Imbas aksi demonstrasi terjadi di beberapa daerah berdampak penurunan omzet hingga 60 persen.
"Dampak demo kemarin yang biasanya sehari bisa mendapat Rp1 juta, ini sepi hanya mendapat uang Rp400 ribu," kata Imah, Rabu (3/8/2025).
Imah mengeluhkan, akibat aksi demonstrasi yang terjadi sejak tanggal 25 Agustus 2025, mengakibatkan Pasar Gresik sepi.
Belakang aksi demonstrasi itu disertai tindak anarkis dan penjarahan yang membuat warga mengurangi aktivitas perbelanjaan ke Pasar Gresik.
Meski begitu, kondisi sepi tersebut menjadi hal biasa bagi para pedagang seperti Imah yang berjualan selama hampir 35 tahun.
"Sudah biasa omset naik turun. Mulai jualan keliling sampai menetap di pasar Gresik, apapun kondisi tetap dijalani dan tidak putus asa. Yang penting bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
Ia berharap tidak ada aksi demonstrasi agar tercipta suasana aman dan kondusif. "Bagaimana solusinya agar tidak ada aksi demokrasi dengan melakukan bakar-bakar seperti dialami daerah lain," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

