Ombudsman RI Apresiasi Kota Batu Jalankan Program Makan Bergizi Gratis Secara Transparan dan Tepat Sasaran

Dengan hasil peninjauan tersebut, Ombudsman RI menilai Kota Batu layak menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang berorientasi pada akuntabilitas dan pelayanan publik yang prima.

12 Nov 2025 - 19:21
Ombudsman RI Apresiasi Kota Batu Jalankan Program Makan Bergizi Gratis Secara Transparan dan Tepat Sasaran
Peninjauan MBG oleh Pemkot Batu dan Ombudsman (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu mendapat perhatian positif dari Ombudsman Republik Indonesia.

Hal itu terungkap saat Anggota Ombudsman RI, Indraza Marzuki Rais, meninjau langsung pelaksanaan program di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Rabu (12/11/2025), didampingi Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto membeberkan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pengawasan layanan publik pada program strategis nasional MBG yang digulirkan pemerintah pusat. 

"Alhamdulillah Ombudsman menilai Kota Batu berhasil menjalankan program ini secara transparan dan tepat sasaran, dengan koordinasi lintas sektor yang kuat," paparnya.

Ia juga membeberkan bahwa peninjauan dimulai di Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Sulaiman Al-Hajj, salah satu dapur pengolah utama di wilayah tersebut.

Ia bersama Ombudsman meninjau proses produksi mulai dari persiapan bahan, memasak, pengepakan, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Dapur ini setiap hari menyiapkan 3.308 porsi makanan, didistribusikan dalam empat gelombang ke jenjang TK hingga SMA/MA.

Heli juga menambahkan bahwa Pemkot Batu berkomitmen menjaga transparansi dan efektivitas program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik.

“Program ini bukan sekadar memberikan makan gratis, tapi membangun pola makan sehat sejak dini dan memperkuat gizi anak-anak di Kota Batu,” ujarnya.

Sementara itu Anggota Ombudsman RI Indraza Marzuki Rais menegaskan bahwa dari hasil pantauannya, pengelolaan dapur sudah sangat tertib dan sesuai standar.

"Kami mencatat hanya tinggal penyelesaian sertifikat hygiene sanitasi dan sertifikasi halal. Secara umum, Kota Batu menunjukkan praktik baik dalam pelaksanaan program nasional ini,” ujarnya.

Di sekolah-sekolah yang dikunjungi, siswa tampak antusias menyambut kedatangan rombongan dan menikmati menu bergizi yang disajikan. Menu seperti ikan nila fillet, tempe selimut katsu, sayur sawi wortel, dan buah semangka disediakan bervariasi, dengan opsi pengganti ayam bagi siswa yang alergi ikan.

“Menurut laporan dari Pemkot Batu, Saat ini delapan dapur sudah beroperasi, tiga masih dalam tahap persiapan, dan sisanya masih proses pembangunan. Ditambah semua memenuhi standar, karena ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” tandasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow