Omah Joglo Darmo Menggolo, Warisan Budaya Tertua di Ngawi sejak 1750
Omah Joglo Darmo Menggolo, rumah tradisional tertua di Ngawi, berdiri megah sejak tahun 1750
NGAWI, SJP — Omah Joglo Darmo Menggolo, rumah tradisional tertua di Ngawi, berdiri megah sejak tahun 1750. Dengan sejarah yang lebih tua dari Benteng Van Den Bosch, bangunan ini merupakan situs warisan budaya yang dibangun di atas tanah yang diberikan oleh Keraton Kartasura sebagai penghormatan kepada KRMA Aryo Amijoyo, leluhur dari Raden Agung Kusumo Wahyu Wibowo, pengurus saat ini.
Saat ini, Omah Joglo berfungsi sebagai pusat budaya yang aktif, meskipun belum mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah daerah. Di sini, berbagai kegiatan seni dan pelatihan keterampilan bagi pemuda setempat berlangsung secara rutin.
Keunikan Arsitektur
Omah Joglo Darmo Menggolo menampilkan ciri khas arsitektur yang menonjol, salah satunya adalah soko guru, empat tiang utama yang melambangkan kekuatan dari empat penjuru mata angin. Pintu utama yang terletak di tengah menggambarkan keterbukaan, serupa dengan bentuk kupu-kupu.
Teras yang luas menjadi ruang interaksi sosial, berbeda dengan rumah modern yang cenderung tertutup. Setiap ruangan di dalamnya memiliki fungsi spesifik: pendopo untuk menyambut tamu, dan senthong untuk privasi keluarga. Penataan ruang ini mencerminkan filosofi budaya Jawa yang mendalam, dengan pendopo sebagai simbol keramahan dan pringgitan sebagai penghubung antara ruang publik dan privat.
Warisan Sejarah dan Kegiatan Budaya
Dahulu, rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai markas selama masa penjajahan. Hingga kini, rumah ini terus dirawat oleh keturunannya dan digunakan untuk berbagai kegiatan budaya.
Omah Joglo Darmo Menggolo sering mengadakan kelas tari tradisional, pelajaran alat musik, dan pertunjukan seni seperti wayang kulit. Kegiatan komunitas juga diadakan untuk mendukung kelompok seni lokal dan menawarkan kelas makeup artist untuk pengembangan keterampilan di bidang kecantikan. Semua kegiatan ini diselenggarakan secara gratis, dengan tujuan melestarikan budaya di kalangan generasi muda.
Festival Sumpah Pemuda
Salah satu acara besar yang diselenggarakan di Omah Joglo adalah Festival Sumpah Pemuda, yang memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober. Dalam festival ini, Sanggar Omah Joglo mengusung tema "Kreativitas bagi Generasi Penerus" dan menyelenggarakan lomba-lomba seperti lukisan, fashion show, dan rias pengantin, dengan kehadiran Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono.
Omah Joglo Darmo Menggolo tidak hanya menjadi monumen sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat aktivitas budaya yang dinamis dan progresif, berkontribusi pada pelestarian tradisi dan pengembangan kreativitas generasi muda. (**)
sumber: goodnewsfromindonesia.id
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

