Okupansi Lesu, Hotel Kota Batu Masih Terapkan Tarif Normal
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah tren pariwisata yang mulai bergeser. Banyak wisatawan kini lebih memilih destinasi yang lebih hemat biaya, seperti staycation di kota asal atau mengunjungi wisata alam terbuka yang tidak memerlukan biaya akomodasi tinggi. Selain itu, harga tiket transportasi yang masih relatif mahal juga membuat wisatawan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menginap di hotel.
KOTA BATU, SJP – Tingkat okupansi hotel di Kota Batu untuk libur Lebaran 2025 masih jauh dari harapan. Hingga Kamis (27/3/2025), rata-rata pemesanan kamar baru mencapai 50 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sudah menyentuh 70-80 persen.
Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan, lambatnya okupansi tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah daya beli masyarakat yang menurun akibat tekanan ekonomi.
“Kalau tahun lalu, mendekati Lebaran, tingkat pemesanan sudah antara 70-80 persen dan harga kamar bisa naik sampai 50 persen. Tapi sekarang harga masih normal karena kalau dinaikkan, risikonya tamu makin sepi,” ujarnya.
Menurutnya, Kenaikan harga bahan pokok, inflasi yang masih tinggi, serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka, termasuk untuk perjalanan wisata.
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah tren pariwisata yang mulai bergeser. Banyak wisatawan kini lebih memilih destinasi yang lebih hemat biaya, seperti staycation di kota asal atau mengunjungi wisata alam terbuka yang tidak memerlukan biaya akomodasi tinggi.
Selain itu, harga tiket transportasi yang masih relatif mahal juga membuat wisatawan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menginap di hotel.
"Saat ini, pesanan kamar di Kota Batu bervariasi, mulai dari 30 persen hingga 70 persen, dengan rata-rata 50 persen untuk periode 31 Maret – 7 April 2025. Meski masih rendah, kami tetap optimistis tingkat hunian bisa meningkat hingga 80 persen saat puncak libur Lebaran, terutama jika ada pemesanan mendadak dari wisatawan yang mencari alternatif destinasi liburan," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

