Ngaku Intel Polisi, Pria di Jombang Gasak Ponsel Pedagang Es Teh

Dalam interaksi awal, pelaku mencoba meyakinkan korban dengan mengaku sebagai anggota intel yang baru saja menangani kasus kejahatan.

24 Nov 2025 - 14:30
Ngaku Intel Polisi, Pria di Jombang Gasak Ponsel Pedagang Es Teh
Tangkapan layar aksi terduga pelaku membawa kabur handphone penjual es di Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP — Seorang pedagang minuman es teh di Desa Tambakberas, Kabupaten Jombang, menjadi korban penipuan dan pencurian dengan modus mengaku sebagai anggota intelijen. 

Korban, Mei Aulia (19), kehilangan telepon genggam setelah pelaku melancarkan aksinya di lapak dagangannya pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 12.20 WIB.

Menurut keterangan korban, insiden bermula ketika pelaku mendatangi lapak es teh korban sekitar pukul 12.10 WIB. Pelaku, yang mengendarai sepeda motor Honda Beat, berpura-pura membeli minuman.

Dalam interaksi awal, pelaku mencoba meyakinkan korban dengan mengaku sebagai anggota intel yang baru saja menangani kasus kejahatan.

"Dia bercerita kalau dia itu intel dan habis menangkap begal. Lalu, dia seolah-olah mendapat telepon dari rekannya yang mengaku baru menangkap begal lagi," tutur Mei Aulia kepada wartawan, Senin (24/11/2025).

Setelah membayar minuman, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan meminta izin untuk meminjam kamera. 

Meskipun korban menjawab tidak memilikinya, pelaku terus memaksa. Korban kemudian menunjukkan telepon genggamnya (HP) dengan alasan memori penyimpanan perangkat tersebut sudah penuh dan tidak dapat digunakan.

Pada saat korban menunjukkan HP miliknya, pelaku secara tiba-tiba merebut perangkat komunikasi tersebut dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya.

Mei Aulia sempat mengejar pelaku hingga mencapai lampu merah di Desa Sambong, namun akhirnya kehilangan jejak. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil senilai sekitar Rp 2,5 juta.

Berdasarkan deskripsi korban, pelaku beraksi sendirian. Pria tersebut dideskripsikan berumur, memiliki postur agak gemuk, berkulit sawo matang, dan saat beraksi mengenakan helm Honda model lama, baju lengan panjang, serta kacamata hitam. Korban mengaku tidak mengetahui jenis intelijen yang diklaim pelaku.

Kasus penipuan dan pencurian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini sedang dalam penyelidikan aparat Polres Jombang. 

Peristiwa ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya para pedagang, agar senantiasa waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan aparat atau petugas saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow