Nama Dicatut untuk Pungli ke Kades, PWI Bojonegoro Ancam Tempuh Jalur Hukum

PWI Bojonegoro juga memberi sinyal akan membawa kasus ini ke ranah pidana jika praktik lancung tersebut terus berlanjut.

16 Dec 2025 - 15:00
Nama Dicatut untuk Pungli ke Kades, PWI Bojonegoro Ancam Tempuh Jalur Hukum
Ilustrasi Ai (Abrori/SJP)

BOJONEGORO, SJP — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro bereaksi keras terhadap aksi premanisme informasi yang mencatut nama organisasi untuk melakukan pungutan liar kepada para kepala desa (kades). 

Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, menegaskan secara resmi bahwa pihaknya tidak pernah menginstruksikan penggalangan dana dalam bentuk apa pun.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah tangkapan layar percakapan pesan singkat (WhatsApp) dan foto kuitansi palsu yang menggunakan atribut PWI beredar luas. 

Oknum tidak bertanggung jawab tersebut diduga menyasar para kades di wilayah Kecamatan Kedungadem dan sekitarnya dengan dalih permintaan sumbangan kegiatan akhir tahun.

Modus operandi yang digunakan oknum tersebut tergolong berani. Selain menggunakan kartu identitas organisasi yang diduga palsu, pelaku juga mencatut foto-foto kegiatan resmi PWI Jatim dan PWI Tuban untuk meyakinkan para korban.

"PWI Bojonegoro tidak pernah menugaskan siapa pun untuk meminta sumbangan kepada kepala desa. Ini adalah tindakan ilegal yang dilakukan tanpa sepengetahuan maupun persetujuan organisasi," tegas Sasmito Anggoro dalam keterangan resminya, Selasa (16/12/2025).

Pria yang akrab disapa Kang Sas ini menilai, aksi tersebut bukan sekadar penipuan, melainkan pembunuhan karakter terhadap kredibilitas jurnalis. 

"Tindakan oknum ini sangat merugikan dan mencoreng marwah PWI sebagai organisasi profesi yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik," imbuhnya.

Menyikapi eskalasi masalah ini, PWI Bojonegoro mengimbau seluruh pejabat publik, khususnya para Kepala Desa, untuk tidak melayani permintaan dana yang mengatasnamakan organisasi pers. Masyarakat diminta segera melakukan verifikasi langsung ke pengurus resmi jika menemukan indikasi serupa.

PWI Bojonegoro juga memberi sinyal akan membawa kasus ini ke ranah pidana jika praktik lancung tersebut terus berlanjut. 

"PWI adalah organisasi profesi, bukan lembaga penggalangan dana. Kami sedang mengkaji langkah hukum untuk melindungi integritas organisasi dan kepercayaan publik," tutup Sasmito.

Aksi pencatutan ini ternyata meluas hingga menyeret nama pengurus PWI daerah tetangga. 

Ketua PWI Tuban, Suwandi, menyatakan kegeramannya setelah mengetahui fotonya disalahgunakan dalam pesan singkat yang dikirimkan kepada para kades di Bojonegoro.

"PWI Tuban sama sekali tidak terlibat. Kami tidak pernah mengirim pesan WhatsApp untuk meminta uang kepada siapa pun, apalagi lintas wilayah ke Bojonegoro. Ini murni pelecehan terhadap nama baik pengurus," tutup Suwandi. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow