PDRB Per Kapita Kota Batu Tembus Rp99,49 Juta, Pemkot Fokus Pertumbuhan Inklusif

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) per kapita Kota Batu mencapai Rp99,49 juta per tahun, menempatkan kota wisata ini di peringkat ketujuh dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

16 Dec 2025 - 15:00
PDRB Per Kapita Kota Batu Tembus Rp99,49 Juta, Pemkot Fokus Pertumbuhan Inklusif
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto (Prokopim for SJP)

BATU, SJP — Kota Batu berhasil mengukuhkan posisinya dalam jajaran elite ekonomi Jawa Timur. 

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) per kapita Kota Batu mencapai Rp99,49 juta per tahun, menempatkan kota wisata ini di peringkat ketujuh dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Meski mencatatkan tren positif dalam empat tahun terakhir, Pemerintah Kota Batu memberikan catatan kritis terhadap laju pertumbuhan tahunan. 

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengungkapkan bahwa rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) saat ini berada di angka 5,85 persen, cenderung lebih rendah dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.

"Secara historis, pertumbuhan tahun 2024 memang melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Kita pernah mencapai puncak pertumbuhan pada 2014 sebesar 11,65 persen, namun juga sempat terkontraksi tajam hingga minus 8,08 persen pada masa pandemi tahun 2020," ujar Heli, Selasa (16/12/2025).

Menyikapi dinamika tersebut, Pemkot Batu telah menyiapkan langkah strategis untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pariwisata, melainkan diversifikasi ekonomi yang lebih luas untuk menyerap tenaga kerja lokal.

Beberapa poin penguatan ekonomi yang dicanangkan adalah modernisasi pertanian, yakni pengembangan hortikultura bernilai tambah dan industri pengolahan hasil tani.

Selanjutnya adalah digitalisasi UMKM, yakni mendorong pelaku usaha kecil masuk ke ekosistem digital dan ekonomi kreatif.

Ketiga adalah penguatan SDM, yakni pelatihan tenaga kerja yang diselaraskan dengan kebutuhan pasar terkini.

"Kami tidak semata-mata mengejar peringkat di Jawa Timur. Fokus utama pemerintah adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini bersifat inklusif, berkeadilan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat," tegas Heli.

Capaian Kota Batu sebesar Rp99,49 juta per kapita menempatkannya di tengah persaingan ketat kota-kota industri dan jasa di Jawa Timur.

Sementara itu Sepuluh besar daerah dengan PDRB ADHB per kapita tertinggi di Jawa Timur pada 2024 ditempati oleh Kota Kediri sebesar Rp 565,84 juta per kapita per tahun, disusul Kota Surabaya Rp 264,37 juta, Kabupaten Gresik Rp 138,27 juta, Kabupaten Sidoarjo Rp 136,72 juta, Kabupaten Pasuruan Rp 121,69 juta, Kota Malang Rp 114,72 juta, Kota Batu Rp 99,49 juta, Kabupaten Mojokerto Rp 98,01 juta, Kota Madiun Rp 92,45 juta, dan Kabupaten Bojonegoro Rp 76,81 juta per kapita per tahun.

Ke depan, optimalisasi sektor jasa dan ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru agar kontribusi pendapatan di Kota Batu semakin merata dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. 

"Fokus utama kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat Kota Batu," tandasnya. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow