Munaqosah Huffadz Bondowoso Jadi Sarana Menempa Generasi Qur’ani
Kali ini, 540 Hafidz dan Hafidzah ikuti seleksi, Pemkab Bondowoso dorong penguatan spiritual anak bangsa.
BONDOWOSO, SJP - Di sebuah ruangan sederhana di Kantor Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Bondowoso, suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, mengisi udara dengan ketenangan.
Satu per satu peserta muda berdiri dengan penuh keyakinan, menguji hafalan mereka di hadapan para penguji. Di wajah mereka, tampak ketulusan dan semangat yang sama, menjaga Kalamullah di dalam dada.
Inilah suasana Munaqosah Hafidz dan Hafidzah Kabupaten Bondowoso 2025, yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, Senin (6/10/2025).
Sebanyak 540 peserta dari berbagai penjuru Bondowoso ikut ambil bagian dalam ajang seleksi yang digelar untuk menjaring penghafal Al-Qur’an terbaik. Mereka bukan hanya bersaing untuk gelar, tetapi membawa harapan besar, menjadi penerus cahaya Al-Qur’an yang mampu menuntun generasi muda menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, M. Royhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar lomba, tetapi juga bentuk nyata pembinaan spiritual yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
“Tujuannya bukan hanya mencari yang terbaik, tapi juga membina para penghafal agar semakin kuat secara spiritual dan berakhlak,” ujarnya.
Bagi Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, para Huffadz ini adalah “aset spiritual” yang tak ternilai.Wabup yang karib disapa Ra As;ad ini menyampaikan apresiasi tinggi kepada LPTQ Bondowoso atas kerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kehadiran para Huffadz ini bukan hanya sebagai penghafal Al-Qur’an, tapi juga sebagai penerang, perekat harmoni, dan inspirasi di tengah masyarakat,” ucapnya penuh haru.
Ia juga berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang lebih beradab dan berakhlak, di tengah arus modernitas yang kian cepat.
“Generasi Qur’ani adalah benteng moral bangsa. Mereka bukan hanya kebanggaan Bondowoso, tetapi juga bagian dari kekuatan spiritual Indonesia,” tambahnya.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama, jajaran LPTQ, dan tokoh masyarakat ini mendapat sambutan hangat. Banyak yang berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan, bukan hanya sebagai agenda rutin, tetapi sebagai gerakan moral bersama untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini.
Di sela-sela lantunan ayat dan doa, terselip semangat yang lebih besar, semangat untuk menjaga jati diri bangsa melalui generasi muda yang cinta Al-Qur’an. Karena dari Bondowoso, cahaya itu memancar, membawa harapan bagi Indonesia yang lebih beriman dan berkarakter. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

