Pelepasan Sederhana, Prestasi Mempesona: Penerimaan SNBP SMAN 9 Surabaya Naik 65 Persen

Di tengah larangan wisuda sekolah, SMAN 9 Surabaya justru mencatat lonjakan 65 persen penerimaan SNBP saat melepas 382 siswa angkatan ke-60 secara sederhana namun penuh apresiasi.

07 May 2026 - 21:12
Pelepasan Sederhana, Prestasi Mempesona: Penerimaan SNBP SMAN 9 Surabaya Naik 65 Persen
Proses pelepasan siswa kelas 12 SMAN 9 Surabaya tahun ajaran 2025/2026 (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Larangan wisuda di tingkat sekolah tak mengurangi semarak pelepasan siswa di SMAN 9 Surabaya. Di tengah konsep acara yang dibuat sederhana di lingkungan sekolah, SMA Negeri di jantung Kota Surabaya itu justru membawa kabar membanggakan dengan lonjakan penerimaan perguruan tinggi negeri (PTN) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) hingga 65 persen dibanding tahun sebelumnya.

Momentum itu terasa dalam kegiatan Hari Pelepasan Siswa Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di lapangan sekolah, pada Kamis (7/5/2026). Sebanyak 382 siswa yang hadir bersama orangtua mereka, resmi dilepas dengan tingkat kelulusan yang mencapai 100 persen.

Kepala SMAN 9 Surabaya, Tri Kurniawati mengatakan, pelepasan angkatan ke-60 tahun ini memang sengaja dikemas sederhana namun tetap memiliki makna mendalam bagi siswa dan orang tua. Ia mengungkapkan bahwa konsep acara sepenuhnya digarap oleh siswa, mulai dari susunan acara hingga penampilan yang ditampilkan selama pelepasan berlangsung.

"Acara memang dirancang sederhana, namun yang menarik adalah pihak yang mengadakan acaranya ini itu dari anak dan untuk anak. Jadi EO-nya (Event Organizer) dari siswa SMAN 9 semua," kata Tri, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, sekolah ingin menunjukkan bahwa pelepasan siswa tidak harus berlangsung mewah untuk tetap memberi apresiasi kepada para lulusan. Terlebih, tahun ini sekolah mencatat peningkatan signifikan dalam capaian akademik, khususnya penerimaan PTN jalur SNBP.

"Di tahun ini mengalami peningkatan sekitar 65 persen dibanding tahun kemarin yang keterima di PTN jalur SNBP,"ujarnya.

Saat ini, kata dia, sudah ada 43 siswa yang diterima melalui jalur SNBP dan jumlah itu masih berpotensi bertambah karena sebagian siswa masih menunggu hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Peningkatan tersebut, lanjut Tri, merupakan hasil sinergi antara sekolah, orang tua, komite, hingga kerja sama dengan berbagai pihak luar dalam mendorong kualitas pendidikan di SMA 9 Surabaya.

"Kalau kita berdiri sendiri tanpa kolaborasi dengan yang lain nanti hasilnya tidak maksimal," tuturnya.

Tak hanya akademik, SMA 9 Surabaya juga dikenal memiliki banyak siswa berprestasi di bidang non-akademik. Bahkan sejumlah atlet dari sekolah itu berhasil menembus level nasional hingga internasional.

Tri menyebut ada siswa yang menjadi atlet judo, karate, panahan, loncat indah, hingga futsal. Salah satu siswa futsal bahkan dipanggil memperkuat Timnas U17.

"Banyak atlet-atletnya yang sampai membawa nama Indonesia ke luar negeri, jadi kadang orang dulu itu menyebut SMAN 9 Surabaya ini sekolah atlet," ungkapnya.

Di balik suasana bahagia pelepasan siswa, pihak sekolah juga menyampaikan kabar duka atas meninggalnya salah satu siswa berprestasi non-akademik beberapa waktu lalu akibat gangguan kesehatan. 

Meski demikian, suasana haru tetap berpadu dengan kebanggaan para orang tua yang hadir langsung menyaksikan prosesi pelepasan putra-putri mereka.

Ketua Pelaksana acara sekaligus guru olahraga SMAN 9 Surabaya, Nur Hidayat menuturkan, konsep sederhana dipilih sebagai bentuk penyesuaian terhadap aturan pemerintah terkait larangan wisuda sekolah. Karena itu, kegiatan digelar di lingkungan sekolah dengan menampilkan kreativitas siswa melalui tari, band, hingga kirab pelepasan.

"Yang pasti kita mengikuti aturan dari pemerintah, tidak boleh melaksanakan acara wisuda untuk anak sekolah," kata Nur.

Meski sederhana, ia berharap momen tersebut tetap menjadi kenangan berharga sekaligus penyemangat bagi para lulusan untuk melanjutkan perjalanan mereka di masa depan.

"Semoga anak-anak menjadi pribadi yang baik, berkarakter yang baik, sukses selalu," ucapnya.

Sementara itu, salah satu siswa berprestasi non-akademik, Cornelius Adrian Sitanggang, mengaku bersyukur bisa menutup masa SMA dengan capaian di bidang karate yang telah membawanya mengikuti berbagai kompetisi nasional hingga internasional.

"Puji Tuhan bisa sampai di posisi ini sekarang dari bantuan guru-guru dan orang tua," katanya.

Siswa kelas 12 A2 yang akrab disapa Adi itu kini tengah menunggu hasil UTBK untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Teknik Sistem Perkapalan.

Selain Adi, prestasi akademik juga datang dari Antonia Devica Delians. Siswi kelas 12 C2 itu aktif mengikuti lomba debat dan olimpiade ekonomi sejak kelas 10, termasuk kompetisi tingkat nasional. Ia bahkan telah diterima di program studi S1 Akuntansi Universitas Airlangga.

"Berharap sekolah bisa terus berkembang dan mencetak lebih banyak prestasi dari adik-adik kelas," tandas Devica.

Dengan pelepasan yang digelar sederhana namun penuh makna itu, SMAN 9 Surabaya tak hanya menutup perjalanan 382 siswanya di bangku sekolah, tetapi juga menandai optimisme baru atas meningkatnya prestasi akademik dan non-akademik. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow