Muktamar PBNU Ditargetkan Pertengahan 2026

Rangkaian persiapan kini mulai disusun secara bertahap meskipun lokasi pelaksanaan masih dalam tahap pembahasan.

01 Mar 2026 - 08:12
Muktamar PBNU Ditargetkan Pertengahan 2026
Muktamar NU ditargetkan terealisasi pada pertengahan tahun 2026. (Foto: Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menargetkan penyelenggaraan Muktamar NU pada pertengahan tahun 2026, tepatnya sekitar bulan Juni atau Juli. Rangkaian persiapan kini mulai disusun secara bertahap meskipun lokasi pelaksanaan masih dalam tahap pembahasan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, usai menghadiri acara di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (28/2/2026) sore. Menurutnya, jadwal tersebut disesuaikan dengan masa khidmat kepengurusan organisasi saat ini.

"Perkiraan sekitar bulan enam atau tujuh tahun 2026. Sekarang masih dalam tahap penyiapan," ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya masih mengkaji sejumlah opsi terkait tempat penyelenggaraan Muktamar. Beberapa faktor menjadi pertimbangan utama, di antaranya kesiapan infrastruktur, akses transportasi, serta dukungan dari pemerintah daerah dan warga Nahdliyin di wilayah calon tuan rumah.

"Lokasinya belum diputuskan, masih dirapatkan," katanya.

Rencana pelaksanaan Muktamar ini juga merupakan tindak lanjut dari masukan para kiai sepuh yang sebelumnya menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah dinamika internal yang sempat mengemuka di tubuh organisasi.

Sebagai forum tertinggi di lingkungan NU, Muktamar memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan organisasi ke depan, termasuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk periode selanjutnya. Agenda lima tahunan ini juga menjadi ajang konsolidasi nasional bagi warga Nahdlatul Ulama dalam merespons berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan.

Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di dunia, setiap gelaran Muktamar NU selalu menarik perhatian publik. Ribuan peserta dari berbagai daerah dipastikan akan hadir, menjadikan forum ini tidak hanya penting secara organisatoris, tetapi juga berpengaruh terhadap dinamika sosial dan keagamaan di tingkat nasional. (*)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow