ITS Luncurkan Pilot Project 2U.CHAT Guna Perkuat Ekosistem AI dan Kolaborasi Global

ITS menjadi bagian dari pilot project platform AI global 2U.CHAT yang akan melibatkan 100 pengguna awal dari berbagai negara sebagai tahap pengujian teknologi untuk mendukung pembelajaran dan kolaborasi akademik.

13 Jul 2026 - 19:51
ITS Luncurkan Pilot Project 2U.CHAT Guna Perkuat Ekosistem AI dan Kolaborasi Global
Seluruh narasumber, mitra kolaborasi, dan peserta berfoto bersama usai peluncuran Pilot Project 2U.CHAT x ITS di Departemen Manajemen Bisnis ITS, Kamis (9/7/2026) (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP — Di tengah pesatnya perkembangan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia pendidikan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mulai menguji implementasi platform AI global 2U.CHAT di lingkungan kampus. Melalui pilot project tersebut, mahasiswa ITS akan menjadi pengguna awal berbagai fitur AI untuk mendukung pembelajaran, riset, hingga kolaborasi akademik lintas negara.

Peluncuran Pilot Project 2U.CHAT x ITS telah resmi digelar Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPI-KP) ITS di Departemen Manajemen Bisnis ITS pada Kamis (9/7/2026), momen tersebut sekaligus menandai dimulainya kolaborasi strategis antara ITS dan 2U.CHAT dalam pengembangan teknologi AI di sektor pendidikan.

Kegiatan itu menghadirkan Executive Director Brightsun Group Philip Tam dan Director & Strategic Adviser 2U.CHAT Simon Zhang sebagai pembicara utama. Sementara acara dipandu oleh Kepala PSPI-KP, Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng. 

Selain itu, acara juga turut dihadiri oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Indonesia Blockchain Center (IBC), dan Nusantara Digital University (NDU) dalam rangka penandatanganan Letter of Agreement (LoA) sebagai bentuk komitmen kolaborasi strategis.

Kepala CSID-PP ITS Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng. menyampaikan bahwa pilot project tersebut merupakan langkah awal untuk memperkenalkan pemanfaatan AI secara nyata di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan, industri, dan organisasi strategis menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

"Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi digital yang berdampak bagi masyarakat dan dunia pendidikan," ujar Arman saat dikonfirmasi pada Senin, (13/7/2026).

Peluncuran Pilot Project juga diwarnai dengan agenda penandatanganan LoA antara PSPI-KP ITS, 2U.CHAT, MUI, IBC, dan NDU. Kesepakatan tersebut menjadi dasar kerja sama dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi teknologi, transformasi digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi AI dan blockchain.

Pada sesi utama, Philip Tam memperkenalkan visi besar 2U.CHAT sebagai AI super-app yang mengintegrasikan komunikasi, penerjemahan bahasa secara real-time, asisten AI personal (My AI), hingga berbagai layanan digital dalam satu ekosistem. Menurutnya, perkembangan teknologi AI harus mampu memperkuat konektivitas global sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Teknologi seharusnya mampu mendekatkan manusia tanpa dibatasi bahasa maupun budaya. Melalui 2U.CHAT, kami ingin membangun komunikasi global yang lebih inklusif dan kolaboratif," jelas Philip.

Sementara itu, Simon Zhang memaparkan berbagai potensi implementasi 2U.CHAT di lingkungan perguruan tinggi. Platform tersebut memungkinkan mahasiswa memanfaatkan AI dalam pengerjaan proyek kelompok, komunikasi dengan mahasiswa internasional, praktik bahasa asing, hingga kolaborasi akademik lintas negara melalui fitur penerjemahan secara langsung.

Simon juga mengajak sivitas akademika ITS untuk menjadi pengguna awal (early adopters) selama masa pilot project berlangsung. Menurutnya, umpan balik dari mahasiswa akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan platform sehingga mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang.

"Pilot project ini akan dimulai dengan 100 tester dari seluruh dunia. Dr. Arman menambahkan bahwa desain testing dibuat dan dimulai oleh ITS, yang melibatkan juga 5 bahasa mahasiswa dari mancanegara, yaitu china, arab, thailand, myanmar, dan western, dengan memperhatikan style perbedaan dialektika," jelas Philip.

"Jumlah tester kedepan akan bertambah sejalan dengan kolaborasi erat dalam uji coba selain Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, tester yang dipilih selain memahami bahasa ibunya (mother language), dia harus mampu berbahasa Inggris dengan baik. Sedemikian sehingga mereka dapat mengkomunikasikan hasilnya dengan pic leader maupun AI developer.

Melalui implementasi pilot project tersebut, mahasiswa ITS akan memperoleh kesempatan mencoba berbagai fitur utama 2U.CHAT, sekaligus membuka peluang menjadi 2U.CHAT Ambassador yang berperan memperluas adopsi teknologi AI dan membangun jejaring kolaborasi internasional berbasis inovasi digital.

Kolaborasi antara ITS, 2U.CHAT, MUI, IBC, dan NDU diharapkan menjadi awal terbentuknya ekosistem kerja sama yang mampu menghasilkan inovasi, memperkuat transformasi digital, serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Kerja sama itu turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pemanfaatan teknologi AI dalam pendidikan, Tujuan ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi digital, serta Tujuan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan berbagai lembaga nasional maupun internasional. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow