Mitos atau Fakta: Larangan Memakai Baju Hijau di Pantai Selatan?
Mitos larangan memakai baju hijau di Pantai Selatan terkait Nyi Roro Kidul, yang dianggap mengundang bahaya. Kepercayaan ini, meski takhayul, dihormati dalam budaya lokal.
SUARAJATIMPOST.COM - Mitos ini berakar dari kepercayaan masyarakat Jawa, terutama di daerah pesisir seperti Pantai Parangtritis.
Nyi Roro Kidul, yang dikenal sebagai penguasa Laut Selatan, diyakini sangat menyukai warna hijau. Oleh karena itu, banyak orang percaya bahwa mengenakan baju hijau di wilayahnya dapat dianggap sebagai tindakan yang tidak menghormati.
Ada beberapa alasan untuk tidak mengenakan baju hijau saat berada di wilayah pantai selatan yang dirangkum dari berbagai sumber seperti:
1. Kemungkinan Bahaya
Banyak yang percaya bahwa memakai baju hijau dapat menarik perhatian makhluk halus atau bahkan Nyi Roro Kidul sendiri, yang konon dapat menculik orang yang melanggar larangan ini. Cerita mengenai orang hilang di laut sering kali dikaitkan dengan pelanggaran terhadap mitos ini.
2. Susah ditemukan jikalau terseret ombak
Ada juga alasan lain di balik larangan ini. Warna hijau bisa menyatu dengan warna air laut, sehingga menyulitkan petugas penyelamat untuk menemukan seseorang yang tenggelam jika mereka mengenakan baju hijau.
3. Simbol Kesialan
Dalam beberapa budaya, warna hijau juga dianggap sebagai simbol kesialan. Dengan demikian, mengenakan baju hijau di Pantai Selatan dapat dianggap membawa sial atau kejadian buruk.
Pandangan Masyarakat
Walaupun banyak yang menganggap mitos ini sebagai takhayul, kepercayaan ini tetap hidup dan dihormati oleh banyak orang.
Banyak pengunjung yang memilih untuk tidak mengenakan baju hijau saat berkunjung ke pantai sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal.
Mitos ini berfungsi sebagai pengingat untuk bersikap hormat terhadap alam dan tidak bersikap sombong saat berada di laut.
Secara keseluruhan, larangan memakai baju hijau di Pantai Selatan berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap Nyi Roro Kidul.
Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos ini, kepercayaan ini tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir. (**)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

