Meriahnya Malam Puncak Festival Tembakau dan Kopi Nusantara di Bondowoso

FKN ke-7di Bondowoso kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ada tembakau khas Bondowoso yang bersanding dengan kopi arabika dan robusta. Bahkan, malam puncak FKN ke-7 begitu meriah dengan alunan lagu yang dilantunkan oleh bintang tamu, Woro Widowati.

28 Oct 2024 - 07:32
Meriahnya Malam Puncak Festival Tembakau dan Kopi Nusantara di Bondowoso
Puncak acara FKN ke-7 yang menampilkan bintang tamu Woro Widowati (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Puncak peringatan Festival Tembakau dan Kopi Nusantara atau FKN ke-7, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), begitu meriah, pada Ahad (27/10/2024) malam.

Ribuan masyarakat Bumi Ki Ronggo berkumpul untuk ikut serta meramaikan festival tahunan ini. Mereka tumpah ruah memadati Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo untuk menikmati cita rasa tembakau dan kopi asli Bondowoso. 

Ada yang menarik dalam puncak FKN tahun 2024 ini. Yakni, penampilan dari bintang tamu Woro Widowati yang jauh-jauh datang dari Magelang ke Bondowoso untuk menghibur ribuan masyarakat.

Penyanyi tembang Jawa yang memiliki suara merdu dan berparas cantik ini, menyanyikan beberapa lagu. Salah satunya lagu berjudul Lamunan, yang membius penonton dan jajaran Forkopimda.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Bondowoso Muhammad Hadi Wawan Guntoro menyampaikan apresiasinya kepada DPKP yang telah menggelar FKN. Bahkan dirinya menginginkan agar kegiatan tersebut terus digelar.

"Ini harus kontinyu digelar untuk mengangkat potensi tembakau dan kopi Bondowoso. Ini juga menjadi sarana promosi untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pertanian, khususnya tembakau dan kopi," harapnya.

Bondowoso Republik Kopi memiliki beraneka ragam kopi spesial, seperti Kopi Arabika Ijen Raung dan Kopi Hyang Argopuro yag telah menjadi kebanggaan Bondowoso. 

Kopi ini tumbuh dan dibudidayakan oleh petani di lereng Gunung Ijen dan Gunung Argopuro yang subur, biji-biji kopi ini tumbuh dan menghasilkan cita rasa yang khas, diakui oleh para penikmat kopi baik di dalam negeri maupun di mancanegara. 

“Kopi ini bukan hanya sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas budaya kita. Setiap cangkir kopi Arabika Ijen Raung menceritakan tentang alam Bondowoso, tangan-tangan petani yang bekerja keras, dan komitmen kita dalam menjaga kualitas dan keberlanjutannya,” ungkap Pj Bupati Bondowoso.

FKN ke-7 merupakan momentum untuk memperkuat posisi kopi Bondowoso di pasar global. Dengan kehadiran para pelaku usaha, pakar kopi, petani, dan konsumen, menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih jauh produk unggulan ini, mengembangkan jejaring, dan berbagi pengetahuan tentang inovasi serta teknologi yang mampu meningkatkan kualitas dan daya saing kopi Bondowoso.

“Terima kasih kepada para petani kopi. Mereka adalah ujung tombak yang selama ini telah menjaga tradisi berkebun kopi yang berkualitas tinggi. Sehingga, kopi Arabika Ijen Raung terus berkembang menjadi produk unggulan yang tidak hanya memenuhi selera lokal, tetapi juga internasional,” tukasnya.

Festival ini juga menjadi wujud kebanggaan terhadap tembakau Bondowoso. Tembakau yang telah dikenal luas karena kualitasnya yang unggul, menjadi salah satu komoditas ekspor yang sangat bernilai bagi perekonomian. 

“Melalui kolaborasi berbagai pihak, kita terus berusaha memperkuat sektor tembakau agar tetap berdaya saing di tingkat global,” terangnya.

Melalui festival ini, orang nomor satu di Bondowoso ini berharap dapat tercipta kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, petani, pengusaha, dan komunitas untuk bersama-sama mendorong produk lokal agar semakin berkembang. 

“Kita harus mampu berinovasi dan beradaptasi dengan tren pasar global, sehingga kopi dan tembakau Bondowoso dapat terus bersaing dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow