Memeluk Lansia di Detik Terakhir, PMI Asal Blitar Tewas dalam Kebakaran Apartemen di Hongkong
Pihak keluarga sempat berharap Sri Wahyuni hanya terjebak dan berhasil selamat. Namun, harapan itu pupus setelah pada Sabtu malam (29/11/2025), Sugeng menerima konfirmasi pasti bahwa istrinya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
BLITAR, SJP — Pengabdian Sri Wahyuni (42), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, harus berakhir tragis.
Ia menjadi korban tewas dalam insiden kebakaran hebat yang melanda sebuah apartemen di Hong Kong pada Rabu, (26/11/2025) waktu setempat.
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Sri Wahyuni, yang bekerja sebagai perawat lansia, ditemukan dalam posisi memeluk majikannya yang juga seorang lansia. Dugaan kuat mengarah pada upaya korban untuk melindungi majikannya hingga detik-detik terakhir.
Kabar duka ini disampaikan oleh Sugeng Widodo (49), suami korban, saat ditemui di rumah duka pada Senin (1/12/2025).
Sugeng menceritakan kronologi awal dirinya menerima kabar mengenai peristiwa nahas tersebut.
Sugeng pertama kali mendapat informasi pada Rabu (26/11/2025) pukul 17.00 WIB dari adiknya yang juga bekerja di Hong Kong. Awalnya, ia mengaku sulit memercayai kabar tersebut.
"Ya pertama kita kurang percaya, tapi lama-lama kok adik saya telepon terus. Akhirnya saya suruh cari informasi yang betul dan ternyata memang benar istri saya sudah meninggal," ungkap Sugeng.
Pihak keluarga sempat berharap Sri Wahyuni hanya terjebak dan berhasil selamat. Namun, harapan itu pupus setelah pada Sabtu malam (29/11/2025), Sugeng menerima konfirmasi pasti bahwa istrinya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Waktu itu masih dicari-cari terus istri saya. Tapi Sabtu malam saya dapat kabar istri saya benar-benar sudah meninggal. Kami pasrah saja, ini sudah kehendak yang kuasa," tambahnya.
Sugeng juga mengungkapkan bahwa sekitar satu jam sebelum peristiwa kebakaran hebat itu terjadi, Sri Wahyuni sempat menghubunginya melalui sambungan telepon.
Sri Wahyuni baru pertama kali bekerja di Hong Kong dan menjalani kontrak selama dua tahun sebagai pengasuh lansia. Masa kontrak kerjanya seharusnya berakhir pada Februari 2026.
Rencana kepulangan Sri Wahyuni ke Blitar sudah dipersiapkan karena anak keduanya akan melangsungkan pernikahan pada Mei 2026.
"Istri saya sudah komunikasi dengan majikan, rencana pulang bulan Februari, karena anak keduanya akan menikah," terang Sugeng.
Namun, rencana itu takdirkan gagal terwujud setelah ia menjadi korban tewas dalam insiden kebakaran tersebut.
Terkait pemulangan jenazah, Sugeng Widodo menyatakan telah berkoordinasi secara intensif dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong dan pihak perusahaan penempatan (PT) yang memberangkatkan istrinya.
Hasil koordinasi menyebutkan bahwa jenazah akan segera dipulangkan ke Blitar. Proses pemulangan diperkirakan membutuhkan waktu antara dua hingga tiga hari.
"Saya diminta tenang di rumah, jangan bingung, jangan panik. Mereka bilang semuanya sedang diurus," tutupnya.
Sri Wahyuni meninggalkan suami dan tiga orang anak, yang terdiri dari satu putra dan dua putri. Anak tertua telah berumah tangga, anak kedua akan menikah pada Mei 2026, dan anak ketiga masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

