Membanggakan! Kapal Tanpa Awak Kreasi Mahasiswa ITS Raih Gelar Kompetisi Robotik di AS 2026
Tim Barunastra ITS meraih gelar Grand Champion dalam International RoboBoat Competition 2026 di Florida, Amerika Serikat. Kapal otonom Nala Ares Mark II unggul di berbagai kategori.
SURABAYA, SJP – Kapal otonom Nala Ares Mark II karya Tim Barunastra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim ini meraih gelar Grand Champion pada ajang International RoboBoat Competition (IRC) 2026 yang digelar di Sarasota, Florida, Amerika Serikat.
Kompetisi yang diikuti 36 tim dari 10 negara tersebut menjadi panggung dominasi Tim Barunastra ITS. Mereka berhasil meraih Juara 1 Autonomy Challenge, Juara 1 Design and Documentation, serta penghargaan Best Technical Design Report.
Dosen pembina Tim Barunastra ITS, Rudy Dikairono, menilai pencapaian tersebut menjadi bukti daya saing mahasiswa ITS di tingkat global.
"Capaian tim berisi mahasiswa ITS ini menjadi pijakan untuk prestasi yang lebih luas, tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga pada pengembangan karya teknologi maritim berkelanjutan nantinya," ujarnya pada Jumat (27/2/2026).
Ketua Tim Barunastra ITS, Davin Abhinaya, menambahkan bahwa kompetisi tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran kolaborasi global dalam pengembangan teknologi Autonomous Surface Vehicle (ASV).
"Perjalanan menuju gelar Grand Champion pun tidak ditempuh dengan mudah. Berbagai pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran menjadi bagian dari proses panjang yang dijalani seluruh anggota tim," katanya.
International RoboBoat Competition (IRC) dikenal sebagai ajang bergengsi yang menguji kemampuan Autonomous Surface Vehicle (ASV) atau kapal tanpa awak dalam menyelesaikan misi secara mandiri. Sejumlah perguruan tinggi ternama dunia seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Queen’s University, dan Georgia Institute of Technology turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Keberhasilan ini ditopang performa Nala Ares Mark II yang dirancang untuk menjawab tema kompetisi tahun ini, yakni Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief.
Pada kategori Autonomy Challenge, kapal diuji untuk mampu bermanuver secara mandiri di area simulasi pascabencana. Tantangan yang harus diselesaikan meliputi navigasi jalur evakuasi, menghindari puing, hingga pengiriman logistik secara presisi tanpa kendali langsung manusia.
Selain unggul dalam performa operasional, tim juga memperoleh apresiasi atas dokumentasi desain yang dinilai komprehensif. Integrasi sistem navigasi cerdas, algoritma pengambilan keputusan adaptif, serta arsitektur perangkat lunak menjadi kekuatan utama yang mengantarkan mereka meraih gelar tertinggi dalam kompetisi tersebut.
Sumber: beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor: Danu
What's Your Reaction?

