Memasuki Ramadan, Harga Cabai di Pasar Karangploso Malang Melonjak Tajam
Meski harga cabai melonjak, harga sembako lainnya cenderung stabil. Bahkan, ada indikasi daya beli masyarakat menurun sejak awal Ramadan. Hal itu menyebabkan perputaran pasar lebih sepi dari biasanya
MALANG, SJP — Memasuki bulan Ramadan, harga cabai di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang mengalami lonjakan tajam.
Berdasarkan data Unit Pengelola Pasar Daerah Karangploso, harga cabai merah besar naik dari Rp55.000 menjadi Rp65.000 per kilogram.
Sedangkan harga cabai rawit juga ikut melonjak dari semula Rp100.000 per kilogram, menjadi Rp105.000 per kilogram dalam dua hari terakhir.
Menurut Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah Karangploso, Anton Apriansah, kenaikan ini dipicu oleh cuaca ekstrem serta berkurangnya jumlah petani cabai di Karangploso dan Singosari.
“Saat ini banyak petani di wilayah kami yang lebih memilih menanam cabai merah besar daripada cabai rawit. Hal ini menyebabkan pasokan cabai rawit berkurang, sementara permintaan tetap tinggi, terutama menjelang Lebaran," jelas Anton, Senin (3/3/2025).
Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh para pedagang di pasar. Risa, seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Karangploso mengungkapkan, harga cabai kini sudah mencapai angka yang cukup tinggi di tingkat eceran.
Menurutnya, kenaikan harga ini membuat pembeli mulai mengurangi jumlah belanja mereka. Biasanya yang membeli satu kilogram, kini hanya membeli setengah bahkan seperempat kilogram. Terutama yang belanja untuk kebutuhan rumah tangga.
"Cabai rawit sekarang saya jual Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Sedangkan kalau beli eceran, harganya Rp12.000 per ons. Cabai merah besar sekarang Rp52.000 per kilogram, dan cabai lalap atau cabai hijau sudah mencapai Rp60.000 per kilogram," ungkap Risa, Senin (3/3/2025).
Tidak hanya cabai, masyarakat juga mulai memperhatikan harga kebutuhan pokok lainnya. Terutama beras dan minyak goreng.
Anis, seorang pedagang sembako di Pasar Karangploso menyebutkan, harga beras premium saat ini berada di kisaran Rp71.000 hingga Rp75.000 per 5 kilogram. Sementara minyak goreng kemasan Minyak Kita dijual seharga Rp18.000 per liter.
"Beras premium masih bertahan di harga Rp71.000 sampai Rp75.000 per 5 kilogram, belum naik. Minyak goreng Minyak Kita juga masih di angka Rp18.000 per liter. Beras SPHP yang gak ada," ujar Anis, Senin (3/3/2025).
Selain cabai, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Di antaranya, wortel naik dari Rp14.000 per kilogram menjadi Rp15.000 per kilogram: naik Rp1.000.
Tomat naik dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp12.000 per kilogram: naik Rp2000. Kentang naik dari Rp16.000 per kilogram menjadi Rp17.000 per kilogram.
Meski harga cabai melonjak, harga sembako lainnya cenderung stabil. Bahkan, ada indikasi daya beli masyarakat menurun sejak awal Ramadan. Hal itu menyebabkan perputaran pasar lebih sepi dari biasanya.
"Sejak awal puasa, kondisi pasar masih belum ramai. Perputaran sayur-mayur justru lebih lambat dibandingkan hari-hari biasa," tambah Anton.
Dari hasil pemantauan Unit Pengelola Pasar Daerah Karangploso, total ada 55 komoditas sembako yang dicatat. Lima komoditas mengalami kenaikan harga, satu komoditas mengalami penurunan.
Kemudian sebanyak 39 komoditas tetap stabil. Rata-rata harga sembako naik tipis dari Rp26.397 menjadi Rp26.868 per komoditas.
Anton menegaskan, pemantauan harga akan terus dilakukan setiap hari untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
"Kami terus memantau perkembangan harga sembako secara harian. Jika ada indikasi kenaikan yang tidak wajar, kami siap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi dampaknya," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

