Melihat Tradisi 'Grebeg Apem' di Jombang Menjelang Ramadan

Grebeg Apem tidak hanya sekedar tradisi, namun ada makna kesucian menjelang ibadah ramadan umat Islam.

26 Feb 2025 - 22:29
Melihat Tradisi 'Grebeg Apem' di Jombang Menjelang Ramadan
Gunungan apem saat prosesi kegiatan grebeg apem di Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Tradisi 'Grebeg Apem' ramai diadakan di kota santri jelang pelaksanaan bulan suci Ramadan tiap tahunnya. Tidak terkecuali pada pelaksanaan Ramadan 1446 hijriah atau 2025 Masehi. 

Sejenis panganan tradisional dari bahan baku tepung beras, gula, kelapa, ragi, dan tape yang menjadi simbol bagi kesucian. Sementara grebeg merujuk pada peristiwa penting dalam tradisi jawa. 

Selama beberapa hari jelang datangnya bulan suci Ramadan, instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) hingga sejumlah sekolah melaksanakan grebeg apem. 

Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan menggelar acara tradisional Grebek Gunungan Apem pada Rabu pagi (26/2/2025).

Acara dimulai dengan kirab gunungan apem yang dilepas langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang, Sudiro Setiono. 

Kirab dimulai dari halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang, melintasi sejumlah jalan utama di kota, seperti Jalan Dr. Soetomo, Jalan Pattimura, dan berakhir di Alun-Alun Jombang di Jalan Gubernur Suryo.

“Apem ini adalah bentuk rasa syukur kita semua, simbol bahwa kita perlu persiapan agar bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih maksimal,” ucap (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang, Sudiro Setiono, Rabu (26/2/2025). 

Senada, Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid atau Gus Salman mengajak seluruh umat Islam di Jombang untuk tetap menjaga kekhidmatan ibadah selama bulan Ramadan. 

“Mari kita jaga kekhidmatan ibadah, mulai dari salat tarawih, tadarus, hingga sedekah. Dan bagi mereka yang menjaga keamanan selama bulan Ramadan, salat malam bagi mereka lebih utama sebagai ibadah,” tambahnya.

Sebelumnya, kegiatan grebeg apem juga terselenggara di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Jombang. Sudah menjadi tradisi tahunan, siswa dan jajaran dewan guru turut serta mengarak apem yang disusun dalam gunungan. 

Seperti halnya kegiatan di tempat lain, semua peserta grebeg apem di SMPN 4 Jombang mengenakan pakaian tradisional berjalan mengitari rute jalan sekolah hingga lingkungan masyarakat di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang. 

Kepala Sekolah SMPN 4 Jombang, Agus Tri Prasetyo menyebut acara begitu penting untuk mengenalkan tradisi lokal kepada generasi muda khususnya dikalangan pelajar. 

"Gerebek Apem adalah salah satu cara kita untuk melestarikan budaya dan mempererat tali silaturahmi antar siswa dan guru," ungkapnya. 

"Kue apem ini memiliki makna afuan, yang artinya meminta maaf, sehingga kita bisa kembali suci sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan," tandasnya. (*) 

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow