Industri Pakan Ternak Terbesar se-Asia Tenggara Akan Dibangun di Lamongan

Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, akan menjadi lokasi pembangunan industri pengelolaan pakan ternak terbesar se-Asia Tenggara pada tahun 2026. Proyek ini merupakan bagian dari program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas penampungan hasil panen, khususnya jagung yang mengalami surplus.

06 Jun 2025 - 09:07
Industri Pakan Ternak Terbesar se-Asia Tenggara Akan Dibangun di Lamongan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, hadir dalam kegiatan panen raya jagung kuartal II di Mapolsek Tikung Kabupaten Lamongan (Foto : Ist/ Atmo)

LAMONGAN, SJP—Kabupaten Lamongan akan menjadi lokasi pembangunan industri pengelolaan pakan ternak terbesar se-Asia Tenggara. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah strategis ini tak hanya menitikberatkan pada perluasan lahan tanam, namun juga pada peningkatan kapasitas penampungan hasil produksi pertanian, khususnya jagung yang mengalami surplus dari kuartal pertama hingga kuartal kedua tahun ini.

Kabar tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri panen raya jagung serentak kuartal II, Kamis (5/6/2025), di Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir secara daring, menyatakan kesiapannya mendukung penuh pembangunan industri pengolahan pakan ternak yang rencananya akan berlokasi di kawasan Jakamitra, Kecamatan Paciran, Lamongan.

"Tentu Pemkab Lamongan, Polres Lamongan, dan seluruh elemen terkait sangat mendukung kerja sama gabungan pengusaha pakan ternak untuk mengelola hasil panen jagung menjadi pakan ternak. Terlebih lagi, lokasi pembangunan ada di Lamongan," ujar Yuhronur, yang akrab disapa Pak Yes, saat menghadiri panen raya di Mapolsek Tikung, Kamis (5/6).

Pabrik yang akan mulai dibangun pada 2026 itu dirancang memiliki kapasitas penampungan hingga 92 ribu ton serta fasilitas pengeringan mencapai 1.733 ton per hari.

Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, menambahkan bahwa Lamongan juga ditunjuk sebagai pilot project untuk program Sekolah Tangguh Ketahanan Pangan Rakyat atau sentra ketahanan pangan, yang merupakan kolaborasi antara Polda Jawa Timur dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dalam kegiatan panen raya jagung kuartal II di atas lahan seluas 0,3 hektare di Mapolsek Tikung, diperoleh hasil panen dengan produktivitas mencapai 1,5 ton. Selanjutnya, panen kuartal III dijadwalkan akan dilaksanakan di Kecamatan Solokuro.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian di tingkat daerah. Lamongan pun bersiap menjadi episentrum industri pakan ternak di Asia Tenggara. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow