Mayat Bayi Mengapung di Dam Yani Sumobito Jombang, Polisi Ungkap Adanya Tanda Kekerasan

Polisi memastikan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil autopsi.

11 Mar 2026 - 17:45
Mayat Bayi Mengapung di Dam Yani Sumobito Jombang, Polisi Ungkap Adanya Tanda Kekerasan
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Penemuan mayat bayi laki-laki yang mengapung di aliran sungai sekitar Dam Yani, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang, mulai terungkap. Polisi memastikan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil autopsi.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengungkapkan bahwa jenazah bayi telah menjalani pemeriksaan forensik untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Terhadap bayi tersebut saat ini sudah dilakukan autopsi," kata Dimas saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bayi laki-laki tersebut sempat hidup setelah dilahirkan sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Bayi ini sempat hidup dan meninggal sebelum terbawa arus sungai," ujarnya.

Tim forensik menemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian kepala bayi. Luka yang ditemukan berupa memar dan resapan darah pada jaringan kepala yang mengindikasikan adanya benturan benda tumpul.

"Ditemukan tanda kekerasan di bagian kepala akibat benturan benda tumpul," kata Dimas.

Selain luka pada kepala, tidak ditemukan luka lain pada bagian tubuh bayi. Saat pemeriksaan, dokter forensik juga menemukan tali pusar dan ari-ari yang masih menempel pada tubuh bayi, mengindikasikan bayi tersebut baru saja dilahirkan.

Berdasarkan analisis medis, bayi diperkirakan meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan warga pada Selasa (10/3/2026) sore. Dari temuan tersebut, polisi menduga bayi menjadi korban pembunuhan sebelum dibuang ke sungai.

"Kemungkinan besar bayi ini dibunuh lebih dulu kemudian dibuang ke sungai," tegasnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Petugas menelusuri wilayah di sepanjang aliran sungai untuk mencari kemungkinan adanya perempuan yang baru melahirkan dalam beberapa hari terakhir. Polisi juga membuka informasi dari masyarakat untuk membantu pengungkapan kasus ini. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow