Masih Ada Santri Surabaya Hilang dalam Ambruknya Ponpes Al Khoziny
Masih ada satu santri asal Surabaya yang hilang dalam ambruknya Ponpes Al Khoziny, Wali Kota Eri Cahyadi meminta warganya bersatu dalam doa agar segera ditemukan.
SURABAYA, SJP - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa masih ada warganya yang belum ditemukan dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo pada Sabtu (29/9/2025) lalu.
"Saya minta tolong kepada semua warga Surabaya untuk saling mendoakan, karena masih ada satu yang hari ini belum ditemukan," katanya, Rabu (1/10/2025).
Eri menegaskan, Pemerintah Kota Surabaya akan terus berkoordinasi dengan pihak pondok maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan jumlah korban asal Surabaya.
"Nanti kami koordinasi juga dengan pondok (Al Khoziny) dengan Provinsi Jatim juga, berapa warga Surabaya, karena hari ini yang meninggal satu yang sudah dimakamkan di Madura," ujar Eri.
Selain itu, ia juga menyebut ada seorang santri asal Surabaya yang sempat dirawat di RSUD dr. Soewandhie dan kini sudah dipulangkan setelah kondisinya membaik.
"Saya minta doanya kepada seluruh warga Surabaya khususnya dan Jawa Timur umumnya, ayo semuanya sama-sama berdoa agar yang belum ditemukan segera ditemukan," ucapnya.
Pada hari yang sama, Eri juga melakukan takziah ke rumah duka Maulana Alvan Ibrahimavic, warga Pabean Cantian, Surabaya, yang meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny.
"Ayo doakan, saya minta tolong semua keluarga Surabaya untuk saling mendoakan," kata Eri.
Saat melakukan Takziah, Eri menguatkan seluruh keluarga korban dengan menambahkan bahwa korban yang meninggal dalam proses menuntut ilmu agama diyakini akan mendapat balasan terbaik di sisi Allah SWT.
"Yakinlah ketika setiap orang yang menuntut ilmu, apalagi ilmu agama, ketika diambil oleh Gusti Allah, maka balasannya, tempatnya, pasti surganya Gusti Allah," tandasnya. (*)
Editor: Rizqi ArdianĀ
What's Your Reaction?

