Marah-Marah saat Sidak Proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk, Menteri PU Ungkap Alasannya
Emosi Menteri PU Dody Hanggodo saat sidak proyek sekolah rakyat di Nganjuk terungkap dipicu progres pembangunan yang masih 15 persen, jauh dari target program strategis Presiden Prabowo Subianto.
SURABAYA, SJP - Inspeksi mendadak yang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, di proyek sekolah rakyat di Nganjuk menyisakan sorotan publik. Momen ketika ia terlihat menegur keras pejabat proyek viral di media sosial, memantik pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kemarahannya.
Dody akhirnya buka suara. Ia menegaskan, kemarahannya dipicu oleh lambannya progres pembangunan yang baru mencapai sekitar 15 persen. Angka itu jauh dari target, mengingat proyek tersebut ditetapkan sebagai program strategis Presiden Prabowo Subianto yang harus rampung pada 20 Juni 2026 dan mulai digunakan 1 Juli 2026.
Penjelasan itu disampaikan Dody saat meninjau proyek serupa di Surabaya, Minggu (12/4/2026). Ia mengaku kecewa bukan hanya pada capaian progres, tetapi juga pada respons tim di lapangan.
“Yang saya tidak suka itu saat saya datang, tim saya malah ngasih alasan kenapa proyeknya masih 15%, bukannya ngasih saran agar ketertinggalan itu bisa dikejar,” ujar Dody.
Ia mengungkapkan, keterlambatan proyek diduga dipicu persoalan koordinasi antara penanggung jawab kegiatan dan pihak penyedia jasa konstruksi. Selain itu, rencana penambahan tenaga kerja dinilai jauh dari cukup.
Jika proyek ingin dikejar sesuai tenggat, menurut Dody, jumlah pekerja harus ditingkatkan drastis. Dari rencana awal sekitar 100 orang, kebutuhan riil di lapangan bisa mencapai 600 pekerja agar waktu tidak terus terkikis.
Bagi Dody, proyek sekolah rakyat bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya pemerintah menekan kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan yang layak. Karena itu, ia menilai tidak boleh ada ruang untuk kelalaian.
“Ya mohon maaf, saya harusnya tidak boleh begitu sebagai seorang menteri. Tapi kalau program strategis atasan saya terus dibuat mainan, itu saya gimana rasanya,” tuturnya.
Ia pun meminta seluruh pihak terkait untuk memperbaiki ritme kerja, memperkuat koordinasi, dan memastikan proyek berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. (**)
Sumber : Beritasatu.com
Editor: Danu
What's Your Reaction?

