Sosok Jasad Pria Mengambang di Sungai Gondanglegi Malang

Warga memadati tepi sungai setelah penemuan jasad pria, petugas lakukan penanganan awal, peristiwa ini sempat viral di media sosial Instagram.

05 Apr 2026 - 18:15
Sosok Jasad Pria Mengambang di Sungai Gondanglegi Malang
Tangkapan layar video dari akun Instagram @gdlstory saat warga berkerumun di lokasi penemuan jasad pria di aliran sungai Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (5/4/2026).

MALANG, SJP- Penemuan jasad pria yang mengambang di aliran sungai Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (5/4/2026) pagi sempat menggegerkan warga sekitar.

Peristiwa itu juga sempat heboh di media sosial Instagram, memicu berbagai spekulasi dari warganet sebelum akhirnya polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban diketahui bernama Mujiono (48), warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar sekitar pukul 09.15 WIB.

Menurut Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, peristiwa itu bermula saat seorang warga, Alfiah (46), tengah mencuci pakaian di tepi sungai. Ia kemudian melihat tubuh korban mengambang dan terbawa arus dalam kondisi tidak bergerak.

“Korban pertama kali ditemukan saksi yang sedang mencuci di sungai. Saat itu korban sudah dalam kondisi mengambang dan tidak bergerak,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian menepikan dan mengangkat tubuh korban ke pinggir sungai sebelum melaporkan kejadian itu ke perangkat desa dan kepolisian.

Petugas dari Polsek Gondanglegi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. 

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Malang untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan.

“Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan, kemudian melakukan pemeriksaan awal bersama tenaga kesehatan,” katanya.

Hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, menyebut, jika korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang diderita kambuh saat berada di sekitar aliran sungai,” jelasnya.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan diperiksa oleh tenaga medis dari Puskesmas Ketawang. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai kecelakaan murni,” pungkasnya. (*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow