Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi Ditemukan dalam Kondisi Linglung di Bangkalan
Ditemukan linglung di Bangkalan setelah lima hari hilang, mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi ternyata dijemput tiga pria misterius dan tak tahu bagaimana bisa sampai ke Madura.
SURABAYA, SJP—Kasus hilangnya Kusnadi (66), mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur periode 2019–2024, sempat menghebohkan publik selama beberapa hari terakhir.
Politikus senior dari PDI Perjuangan itu dilaporkan menghilang secara misterius sejak Rabu (4/6/2025). Namun, pada Senin (9/6/2025) dini hari, Kusnadi akhirnya ditemukan warga di kawasan Tanah Merah, Bangkalan, dalam kondisi linglung.
Keluarga Kusnadi telah memberikan klarifikasi atas berbagai spekulasi yang beredar, termasuk isu yang mengaitkannya dengan dugaan kasus korupsi dana hibah Provinsi Jatim.
Pihak keluarga menegaskan bahwa kondisi Kusnadi murni berkaitan dengan kesehatan dan bukan karena persoalan hukum.
Awal Kejadian: Dijemput Tiga Orang tak Dikenal
Peristiwa itu bermula pada Rabu (4/6/2025) malam, ketika Kusnadi diketahui dijemput oleh tiga pria tak dikenal di kandang peternakan ayam miliknya di Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.
Menurut keterangan Kepala Desa Wonokarang, Deby Setyowandono, Kusnadi memang sering tinggal di kandang ayam tersebut meski bukan warga asli desa.
"Ya, beliau memang sering tinggal di kandang peternakannya di sini. Kami dapat kabar dari keluarga bahwa beliau dijemput tiga orang dan belum kembali sejak Rabu malam,” ujar Deby saat dikonfirmasi pihak media, Ahad (9/6/2025).
Ketiga pria yang menjemput dilaporkan menggunakan mobil Grand Max hitam, dan berbicara dengan logat khas Madura. Keluarga sempat mengira bahwa keberangkatan Kusnadi berkaitan dengan urusan bisnis.
Laporan Kehilangan dan Penyebaran di Media Sosial
Setelah dua hari tak bisa dihubungi dan ponsel Kusnadi tidak aktif sejak Sabtu (7/6/2025), pihak keluarga akhirnya melaporkan kehilangan ke Polsek Balongbendo.
Laporan resmi diterima pada Ahad, 8 Juni 2025, dengan nomor STPLKO/021/VI/2025/SPKT/JATIM/SDA/BALBEN, dan ditandatangani oleh Bripka Sumari.
Anak Kusnadi, Teddy Kusdita Kunong (36), juga menyebarkan informasi hilangnya sang ayah melalui grup WhatsApp dan media sosial untuk meminta bantuan masyarakat yang bertuliskan:
"Assalamualaikum bapak ibu. Mohon bantuannya, saya kehilangan bapak saya sejak Rabu, 6 Juni 2025. Hape mati sejak tanggal 7/06/2025, WA tidak dibalas sejak tanggal 6/06/2025, baru hari ini melapor ke Polsek Balongbendo, Kab. Sidoarjo," tulis Teddy dalam pesan berantai yang menyebar luas.
Ciri-ciri Kusnadi juga disebar, termasuk kondisi kulit yang bersisik dan kemerahan akibat penyakit autoimun yang dideritanya, serta kondisi botak sebagian dengan rambut putih.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Balongbendo, Kompol Sugeng Sulistiyono, membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut.
“Telah datang seseorang ke kantor Polsek Balongbendo guna melaporkan adanya orang hilang yang merupakan orang tua dari pelapor,” ucap Sugeng.
Ditemukan di Bangkalan: Kusnadi Linglung dan tak Tahu Lokasi
Pada Senin (9/6/2025) dini hari, Kusnadi akhirnya ditemukan oleh warga di sebuah perempatan jalan di Tanah Merah, Bangkalan, Madura. Penemuan ini terjadi setelah unggahan dari akun Facebook Suara Surabaya (e100) viral dan disebarluaskan oleh keluarga.
"Saya copy (salin) juga postingan e100 Suara Surabaya itu ke Facebook saya, saya tambahin nomor saya. Terus kemudian ada yang WhatsApp saya malam-malam itu, jam satu dini hari ini, mengatakan ada orang yang ciri-ciri mirip sama bapak," jelas Teddy saat dikonfirmasi pada Senin (9/6/2025).
"Di foto orang itu, kemudian saya langsung video call karena betul mirip sama bapak. Waktu saya video call, kaget saya karena betulan bapak," imbuhnya.
Kusnadi ditemukan dalam kondisi linglung dan tak mengetahui keberadaannya. Bahkan saat Teddy menanyakan langsung ke ayahnya, Kusnadi malah menjawab bahwa dia sendiri tidak tahu.
Menurut warga yang menemukannya, Kusnadi sempat diturunkan oleh seseorang dari sebuah mobil, diduga Grand Max hitam yang sama seperti saat penjemputan. Namun, warga tidak mengetahui identitas orang yang menurunkannya.
Mengidap Autoimun dan Sedang Kemoterapi
Teddy menjelaskan bahwa kondisi Kusnadi yang kebingungan kemungkinan besar berkaitan dengan kesehatannya. Kusnadi diketahui menjalani kemoterapi sejak Desember 2023, dan juga menderita autoimun yang menyerang kulitnya.
"Tidak ada luka-luka, tapi kondisi kulitnya memang memerah karena sedang menjalani kemoterapi sejak Desember 2023, ditambah penyakit autoimun," kata Teddy.
Klarifikasi Isu Kasus Hibah
Munculnya isu yang mengaitkan hilangnya Kusnadi dengan kasus hibah antara DPRD dan Pemprov Jatim ditanggapi langsung oleh keluarga. Teddy menegaskan bahwa sang ayah tidak terlibat aktif dalam politik sejak pensiun karena fokus pada pengobatan.
"Saya tegaskan sekali lagi, dari sejak Desember 2023, Bapak itu sakit, sampai ke RSUD dr. Soetomo, beliaunya pensiun, tidak pernah sekalipun beliaunya ke luar negeri," ucap Teddy.
Dia juga mengklarifikasi alasan ayahnya jarang merespons telepon atau pesan dari nomor tidak dikenal.
"Beliaunya tidak mau terima telepon yang tidak disimpan kontaknya. Katanya ada ancaman dan lain sebagainya," tambah Teddy.
Hilang bukan karena Kasus, Tapi Kesehatan
Dengan ditemukannya Kusnadi dan pernyataan resmi dari pihak keluarga, kini kasus yang sempat menghebohkan publik itu menemukan titik terang.
Hilangnya Kusnadi bukan karena penculikan maupun kasus hukum, tetapi diduga kuat akibat kondisi kesehatannya yang menurun dan berdampak pada kesadaran. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

