Luasan Tanam Pertanian Meningkat, Produksi Beras di Gresik Surplus 162 Ton
Pada tahun 2024, luas tanam tercatat sebesar 76.568,40 hektare dan meningkat menjadi 80.540,80 hektare pada tahun 2025, atau bertambah sekitar 3.972,40 hektare.
GRESIK, SJP — Produksi beras di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menorehkan hasil positif di tahun 2025. Dari luasan tanam seiring menunjukkan peningkatan, produksi beras sepanjang tahun lalu itu juga surplus 162 ton.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman, menyebut peningkatan produktivitas padi mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 6,28 ton per hektare.
Dengan capaian tersebut, total produksi gabah di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 419.961 ton, yang setara dengan kurang lebih 281.508 ton beras.
"Bila angka itu dikurangi dengan adanya konsumsi oleh penduduk Kabupaten Gresik, masih terdapat surplus beras sebesar 162.766 ton," kata Achmad, dalam keterangannya saat tasyakuran Swasembada Pangan, Jumat (9/1/2026).
Achmad menjelaskan, luas tanam pertanian di Kabupaten Gresik terus juga menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2024, luas tanam tercatat sebesar 76.568,40 hektare dan meningkat menjadi 80.540,80 hektare pada tahun 2025, atau bertambah sekitar 3.972,40 hektare.
Seiring dengan itu, luas panen juga meningkat dari 67.083,40 hektare pada tahun 2024 menjadi 76.565,40 hektare pada tahun 2025, atau naik sekitar 9.482,40 hektare.
Ia menyebut, pemerintah telah mendorong konsep pertanian modern berbasis alat dan teknologi sebagai kunci peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Pemerintah melalui APBN sudah menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Gresik. Bantuan tersebut meliputi enam unit combine harvester, 30 unit hand sprayer, 27 unit traktor roda empat, 11 unit traktor roda dua, 3 unit rice transplanter, 3 unit drone pertanian, serta satu paket irigasi perpompaan.
"Beberapa negara telah berhasil memperkuat ketahanan pangan melalui industrialisasi pertanian. Ini bisa kita tiru dan kembangkan di Gresik. Pertanian tidak lagi hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi didukung alat, teknologi, dan sistem irigasi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

