Lonjakan Pengadaan Produk Lokal di E-Katalog, Pemkot Batu Dorong UMKM Tembus Pasar Pemerintah

Pertumbuhan penyedia lokal di e-katalog Kota Batu mencatat lonjakan lebih dari 666 persen hanya dalam dua tahun terakhir.

18 Aug 2025 - 20:01
Lonjakan Pengadaan Produk Lokal di E-Katalog, Pemkot Batu Dorong UMKM Tembus Pasar Pemerintah
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menyebutkan bahwa perkembangan e-katalog lokal dalam tiga tahun terakhir menunjukkan lonjakan signifikan.

Pada 2022, jumlah penyedia lokal di Kota Batu hanya tercatat 54. Namun, pada 2024 melonjak drastis menjadi 360 penyedia, atau naik lebih dari 666 persen.

Diwawancarai pada Senin (18/8/2025), orang nomor dua di Kota Batu tersebut memaparkan jumlah produk yang tayang juga meroket. Dari 743 item pada 2022 dan kini mencapai lebih dari 9.000 item pada 2025.

“Peningkatan ini bukan hanya angka statistik, tapi gambaran nyata bagaimana pelaku usaha lokal di Batu semakin percaya diri masuk ke pasar pengadaan pemerintah,” bebernya.

Ia menegaskan, pengadaan barang dan jasa (PBJ) melalui e-katalog kini menjadi salah satu program strategis Pemkot Batu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga selain sebagai motor penggerak UMKM lokal, sistem ini juga membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Heli juga menguraikan nilai perencanaan anggaran di e-katalog yang terus meningkat. Pada 2022 tercatat Rp94 miliar, tahun 2023 naik menjadi Rp229 miliar, dan tahun 2024 mencapai Rp272 miliar.

Sementara itu, nilai realisasi transaksi e-purchasing ikut melesat, dari Rp48 miliar pada 2022, naik ke Rp152 miliar pada 2023, dan kembali meningkat menjadi Rp207 miliar pada 2024.

“Capaian ini tentu tidak berhenti di sini. Kami akan terus dorong melalui agenda strategis bersama seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak produk lokal terserap,” tambah Heli.

Lebih lanjut, ia menyebut salah satu langkah nyata yang dijalankan Pemkot Batu adalah inovasi Bangga e-Lokal, yang mengubah pola kerja pengadaan dari manual menjadi digital.

"Inovasi ini lahir untuk menjawab masalah klasik pengadaan yang dulu lambat, kurang transparan, dan rawan penyimpangan. Sekarang prosesnya lebih cepat, efisien, sekaligus mudah diakses oleh pelaku usaha lokal,” jelasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow