Lonjakan Investasi Kota Batu Diikuti Pengetatan Tata Ruang, Pemkot Pastikan Pertumbuhan Tak Kobankan Lingkungan

Menurut Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan sektor yang masih memiliki ruang tumbuh besar, seperti pertanian, pariwisata, dan kesehatan. Dengan sejumlah proyek baru yang sudah berjalan, Pemkot akan memastikan setiap pengembangan berada dalam koridor tata ruang yang benar

29 Nov 2025 - 20:54
Lonjakan Investasi Kota Batu Diikuti Pengetatan Tata Ruang, Pemkot Pastikan Pertumbuhan Tak Kobankan Lingkungan
Ilustrasi salah satu investasi wisata di Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu menegaskan bahwa masuknya investasi besar-besaran sepanjang 2025 harus diimbangi dengan pengendalian tata ruang yang ketat.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menekankan bahwa Pemkot tidak ingin percepatan investasi justru menggerus ruang hijau, memicu persaingan usaha tak sehat, atau mengancam karakter Kota Batu sebagai kota wisata dan kota pertanian.

Orang nomor dua di Kota Batu itu pada Sabtu (29/11/2025) menyatakan adanya lonjakan realisasi investasi yang tahun ini meningkat 67,93 persen dan dua kali lipat dari target. Namun bagi Heli, capaian besar tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah.

“Investasi memang naik signifikan, tetapi tugas kami bukan sekadar mengejar angka. Kami memastikan pertumbuhan ekonomi ini tetap ramah lingkungan, tidak merusak tata ruang, dan tetap sejalan dengan identitas Kota Batu,” ujanya. 

Heli menegaskan, Kota Batu berada dalam fase krusial. Arus masuk modal dari sektor properti, pariwisata, hingga Horeka memang terus berkembang. Tetapi, di wilayah dengan keterbatasan lahan seperti Kota Batu, setiap perubahan ruang harus dikontrol secara ketat.

Heli menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga stabilitas iklim usaha. Ia tak ingin pelaku usaha lama tersingkir karena ledakan investasi baru.

“Keseimbangan itu penting. Investor baru silakan masuk, tetapi harus tetap menghormati ekosistem ekonomi yang sudah berjalan. Jangan sampai ada usaha kecil yang mati karena kompetisi berat yang tidak proporsional,” imbuhnya.

Soal kepatuhan perizinan, Heli menilai ini menjadi aspek yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, semua investasi yang masuk harus jelas, tercatat, dan taat regulasi.

Ia juga menginginkan agar semua investor di Kota Batu taat aturan. Yang belum berizin, segera selesaikan. Bahkan bukan sekadar kepatuhan, tetapi berpengaruh pada banyak penilaian, mulai dari KPK hingga BPK.

“Kalau pertumbuhan terlalu cepat dan tidak terkendali, tekanan pembangunan akan semakin besar. Ini bisa mengurangi ruang terbuka, mempengaruhi sektor pertanian, bahkan memicu kompetisi usaha yang tidak sehat. Kami berada di titik di mana pengawasan tata ruang menjadi kunci. Investasi boleh tumbuh, tapi lingkungan dan keberlanjutan Kota Batu harus tetap nomor satu,” pungkasnya. (*) 

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow