BPOM Kediri Uji Sampel Takjil di Pasar Legi Kota Blitar, Hasilnya Negatif

BPOM Kediri melakukan uji sampel takjil makanan minuman yang dijual pedagang di halaman Pasar Legi Kota Blitar dan hasilnya dinyatakan aman.

04 Mar 2025 - 20:59
BPOM Kediri Uji Sampel Takjil di Pasar Legi Kota Blitar, Hasilnya Negatif
Petugas dari BPOM Kediri saat melakukan uji sampel takjil makanan minuman yang dijual pedagang di halaman Pasar Legi Kota Blitar. (Foto : Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Balai Pengawas Obat Makanan (BPOM) Kediri melakukan pengawasan terhadap makanan minuman untuk berbuka puasa yang dijual di halaman Pasar Legi Kota Blitar, pada Selasa (4/3/2025) sore.

Petugas BPOM Kediri melakukan pengujian cepat terhadap makanan minuman yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti, formalin, boraks, methanyl yellow, dan rodamin b. 

Beberapa jenis makanan minuman yang dilakukan pengujian cepat, meliputi aneka gorengan, es campur, pentol dan lain sebagainya.

Kepala Balai Pengawas Obat Makanan (BPOM) Kediri Gidion mengatakan ada 16 sampel makanan minuman yang lakukan pengujian cepat dengan menggunakan empat paramater. Hasilnya, dinyatakan negatif, memenuhi syarat atau tidak ditemukan bahan berbahaya.

"Untuk di Kota Blitar masih pertama di Pasar Legi Kota Blitar untuk pengujian sampel makanan minuman takjil. Hasilnya negatif dan kami menghimbau masyarakat untuk pintar memilih memilah makanan agar terhindar dari zat berbahaya," kata dia, Selasa (4/3/2025).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar Dr. Dharma Setiawan menyampaikan pada Senin (3/3/2025), pihaknya juga sudah melakukan uji sampel makanan minuman yang dijual di Pasar Takjil Jalan Kenanga atau Kenanga Ramadan Street Food.

Ada 30 sampel makanan minuman yang diuji dengan empat parameter, meliputi formalin, boraks, methanyl yellow, rodamin b. Hasilnya ada dua mamin yang diduga mengandung rodamin b, dan saat ini masih dalam tahapan verifikasi lebih lanjut. 

Sementara puluham makanan minuman yang dilakukan uji sampel dinyatakan negatif, tidak mengandung bahan berbahaya dan aman dikonsumsi.

"Hari ini kami menggandeng BPOM dan kemarin secara mandiri juga sudah melakukan pengujian di Pasar Takjil Jalan Kenanga. Tujuannya untuk memastikan semua mamin yang dijual aman dikonsumsi masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Dharma menambahkan pelaksanaan pengujian sampel makanan minuman di Pasar Takjil akan dilakukan secara rutin. Nantinya, akan menyasar ke lokasi lain yang menjual makanan minuman takjil untuk berbuka puasa. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow