Longsor di Pujon Malang, BPBD Sebut Tiga Titik Terdampak
Lokasi terdampak longsor meliputi SMPN 3 Satu Atap Pujon, SDN Pujon Kidul 2, serta Ponkesdes Dewi Sartika Pujon Kidul.
MALANG, SJP– Dua hari lebaran, Hujan deras yang mengguyur wilayah Malang khususnya Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, pada Rabu (2/4/2025) sore mengakibatkan tanah longsor di tiga titik.
Longsoran atau abrasi tebing plengsengan di SMPN 3 Satu Atap Pujon, SDN Pujon Kidul 2, serta genangan air di Ponkesdes Dewi Sartika Pujon Kidul menjadi perhatian utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat usia menerima laporan dari masyarakat pada pukul 14.13 WIB kemarin.
"Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan menurunkan tim ke lokasi untuk menangani dampak longsor," ujarnya, Kamis (3/4/2025).
Sadono merinci, bahwa longsor pertama terjadi di tebing plengsengan SMPN 3 Satu Atap Pujon dengan dimensi 25 meter kali 1,5 meter kali 3 meter, menyebabkan saluran drainase tertutup material longsor.
Akibatnya, aliran air meluap ke jalan raya dan masuk ke SDN Pujon Kidul 2, menyebabkan longsor susulan dengan ukuran 7 meter kali 2 meter kali 3 meter yang menutup akses jalan desa.
Selain itu, luapan air juga menggenangi Ponkesdes Dewi Sartika Pujon Kidul dengan ketinggian sekitar 30 Cm.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi kami harus segera menangani longsoran agar tidak berdampak lebih luas," jelasnya.
Saat ini, akses jalan desa dapat dilalui, meski masih ada sedikit material longsor di pinggir jalan.
Dalam upaya penanganan, BPBD Kabupaten Malang bersama berbagai unsur terkait seperti PMI, Muspika Pujon, Pemdes Pujon Kidul, serta masyarakat setempat melakukan pembersihan material longsoran.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat pembersihan," tambah Sadono.
Kebutuhan mendesak saat ini mencakup terpal, garis pengaman (yellow line), serta peralatan manual seperti cangkul dan sekop.
"Kami juga terus memantau situasi di lokasi dan siap melakukan tindakan lanjutan jika diperlukan," tutupnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

