Libur Panjang Picu Kewaspadaan Hantavirus di Kota Batu, Dinkes Siagakan RS dan Puskesmas

Meski belum ada laporan kasus di Kota Batu, masyarakat tetap diminta meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, batuk, dan sesak napas

18 May 2026 - 19:59
Libur Panjang Picu Kewaspadaan Hantavirus di Kota Batu, Dinkes Siagakan RS dan Puskesmas
ilustrasi pelayanan kesehatan di puskesmas Bumiaji (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Dinas Kesehatan Kota Batu mulai memperketat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus pasca melewati momentum libur panjang pertengahan Mei 2026. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Kota Batu, antisipasi dilakukan menyusul meningkatnya mobilitas wisatawan serta munculnya kasus hantavirus di sejumlah daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu, dr Icang Sarrazin pada Senin (18/5/2026) mengatakan hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan dapat terjadi akibat paparan urine, kotoran, air liur, maupun debu yang telah terkontaminasi virus.

“Penularannya bisa melalui menghirup debu yang terkontaminasi kotoran tikus. Bisa juga melalui sentuhan kulit atau selaput lendir seperti mata, hingga akibat gigitan hewan pengerat,” ujarnya.

Menurutnya, hantavirus berbeda dengan Covid-19 karena lebih berkaitan dengan faktor sanitasi lingkungan dan keberadaan tikus sebagai media penularan utama. Icang juga menerangkan, gejala awal hantavirus umumnya berupa demam tinggi, nyeri otot dan sendi, tubuh lemas, batuk, hingga sesak napas. Dalam kondisi berat, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.

Oleh sebab itu, pasca menghadapi lonjakan wisatawan selama libur panjang, Dinkes Kota Batu juga meminta pengelola hotel, restoran, dan destinasi wisata meningkatkan kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembangnya populasi tikus.

“Kami sudah mengingatkan pengelola hotel dan tempat wisata agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama untuk mencegah keberadaan tikus, Karena yang berbahaya dari virus ini adalah ketika sudah menyerang paru-paru dan fungsi ginjal. Bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga gagal ginjal,” terangnya.

Sebagai langkah mitigasi, Dinkes Kota Batu menyiagakan lima puskesmas dan enam rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus hantavirus. Ruang isolasi juga telah dipersiapkan apabila sewaktu-waktu ditemukan pasien dengan gejala mengarah pada infeksi tersebut.

“Ruang isolasi juga sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu ditemukan kasus,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow