Libur Lebaran Hampir Usai, Volume Kendaraan Tinggalkan Malang Mulai Menurun

Volume kendaraan arus balik di Kabupaten Malang menurun seiring berakhirnya libur Lebaran. Polres Malang tetap siaga kawal lalu lintas hingga H+7.

07 Apr 2025 - 21:31
Libur Lebaran Hampir Usai, Volume Kendaraan Tinggalkan Malang Mulai Menurun
Kondisi exit tol Singosari baru-baru ini (doc.Ist)

MALANG, SJP – Arus balik Lebaran 2025 di wilayah Kabupaten Malang mulai menunjukkan tren penurunan. Fenomena ini sejalan dengan semakin dekatnya berakhirnya masa libur nasional dan cuti bersama, yang membuat para pemudik mulai kembali ke kota masing-masing.

Berdasarkan data Satlantas Polres Malang hingga pukul 19.00 WIB, Senin (7/4/2025), tercatat sebanyak 22.789 kendaraan meninggalkan wilayah Malang melalui akses jalan tol. Angka ini menurun dibandingkan hari sebelumnya, menandai mulai surutnya puncak arus balik.

Gerbang Tol (GT) Singosari masih menjadi jalur favorit dengan catatan 14.928 kendaraan, disusul Gerbang Tol Lawang sebanyak 4.630 kendaraan, dan Gerbang Tol Pakis 3.231 kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang masuk ke Malang juga mengalami penurunan, yakni 14.312 kendaraan melalui GT Singosari, 2.776 dari GT Lawang, dan 3.266 dari GT Pakis.

Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menyebut tren ini merupakan bagian dari pola alami arus balik yang mulai melandai jelang berakhirnya libur Lebaran.

"Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Banyak pemudik sudah kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan. Tapi meski begitu, kami tetap siaga," kata Bambang, Senin (7/4/2025).

Polres Malang memastikan pengamanan dan pengawasan tetap dilakukan secara intensif, dengan personel disiagakan di titik-titik strategis termasuk gerbang tol, rest area, dan simpul lalu lintas utama.

“Rekayasa lalu lintas kami siapkan secara situasional. Tujuannya agar mobilitas tetap lancar dan aman, terutama bagi pemudik yang masih dalam perjalanan,” jelasnya.

AKP Bambang juga mengimbau pengendara agar tidak terburu-buru dan tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Fasilitas istirahat seperti rest area dan pos pelayanan tersedia 24 jam.

Sebagai bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2025, pengawasan lintas sektoral bersama TNI, Dinas Perhubungan, dan tenaga medis terus dilakukan hingga H+7 Lebaran.

"Situasi secara umum terkendali. Kami tetap mengedepankan pendekatan humanis dan siap membantu masyarakat yang membutuhkan di lapangan," pungkas AKP Bambang. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow