Lawan Sampah di Pesisir: Marine Buddies Surabaya Gelar Beach Clean Up di Kenjeran
Laut perlahan berubah menjadi kubangan limbah manusia. Di Hari Peduli Sampah Nasional, relawan Marine Buddies Surabaya turun tangan, membersihkan Kenjeran dan menanamkan kesadaran: "jika bukan kita, siapa lagi?"
SURABAYA, SJP - Garis pantai adalah batas antara daratan dan lautan, tempat di mana kehidupan pesisir berkembang. Namun, batas ini juga menjadi saksi bisu dari tumpukan sampah yang setiap hari terhempas ombak.
Plastik-plastik mengapung di permukaan, menyusup ke dalam perut ikan, dan perlahan mengubah lautan menjadi kubangan limbah manusia. Di tengah ancaman ini, segelintir orang masih berusaha melawan arus, salah satunya melalui aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 yang jatuh pada 21 Februari 2025.
Beach Clean Up di Kenjeran: Aksi Nyata di Hari Peduli Sampah Nasional
Sekelompok relawan dari Marine Buddies Surabaya berkumpul di bawah Jembatan Surabaya, Kenjeran. Mereka datang dengan satu misi: membersihkan pesisir dari tumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian Beach Clean Up Series 2, yang berkolaborasi dengan Komunitas Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Airlangga dan Marine Science Club (MSC) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
"Kenjeran dipilih karena tingkat sampahnya yang cukup tinggi dibanding pantai lain di Surabaya," ujar Aulia Fitriani Desvitasari, Koordinator Lapangan Beach Clean Up saat dikonfirmasi pada Selasa (25/2/2025).
Ia menegaskan bahwa lokasi ini membutuhkan perhatian lebih dalam upaya pelestarian lingkungan.
Kesadaran yang Harus Ditanamkan
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan pantai, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan pesisir. Sampah plastik yang menumpuk tidak hanya mencemari keindahan pantai, tetapi juga mengancam ekosistem laut.
"Dampaknya bukan hanya terlihat dari pantai yang kotor, tetapi juga dari bagaimana ekosistem laut terganggu," kata Aulia.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi plastik sekali pakai," imbuhnya.
Program Edukasi untuk Masa Depan
Setelah Beach Clean Up Series 2, Marine Buddies Surabaya berencana melanjutkan misi mereka dengan program edukasi bernama EdukaSEA. Program ini akan menyasar siswa SD dan SMP untuk mengenalkan ekosistem laut dan pentingnya pelestariannya.
Selain itu, mereka juga akan mengadakan forum diskusi bertajuk Basa Basi Laut, tempat para pemerhati lingkungan berbagi pandangan mengenai isu kelautan yang sedang terjadi.
"Edukasi adalah kunci utama perubahan. Kami ingin generasi muda lebih peduli terhadap laut sejak dini," pesan Aulia.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Aulia menegaskan bahwa, menjaga lingkungan pesisir bukanlah tanggung jawab segelintir orang saja, tetapi tugas semua pihak. Ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan, seperti mengurangi penggunaan plastik, membawa botol minum sendiri, dan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
"Kami ingin masyarakat tahu bahwa aksi sekecil apapun memiliki dampak besar. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?" tutup Aulia.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, aksi seperti Beach Clean Up ini diharapkan terus berlanjut. Hari Peduli Sampah Nasional seharusnya bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk mengubah kebiasaan dan membangun kesadaran, agar laut kita tetap bersih dan lestari bagi generasi mendatang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

