Baut dan Penyangga Besi Jembatan Ploso Jombang Hilang Dicuri, Keselamatan Warga Terancam

Kerusakan teridentifikasi di dua titik. Di sisi selatan bahu jalan sebanyak lima unit mur penutup baut hilang. Sisi utara bahu jalan dua unit mur raib, tiga set baut beserta mur hilang, serta satu tiang penyangga pembatas jembatan lepas dari dudukannya.

05 Feb 2026 - 13:30
Baut dan Penyangga Besi Jembatan Ploso Jombang Hilang Dicuri, Keselamatan Warga Terancam
Kondisi baut dan tiang penyangga Jembatan Baru Ploso Jombang yang raib. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP — Keamanan infrastruktur publik di Kabupaten Jombang tak lagi aman. Buktinya jembatan Baru Ploso yang berlokasi di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, kembali menjadi sasaran aksi pencurian besi. 

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (4/2/2026), sejumlah baut, mur, hingga satu tiang penyangga (cagak) pembatas jembatan dilaporkan hilang digondol maling.

Aksi pencurian ini menyasar area bahu jalan terlebar di sisi timur jembatan yang sejatinya berfungsi sebagai area pemberhentian darurat. 

Kerusakan teridentifikasi di dua titik. Di sisi selatan bahu jalan sebanyak lima unit mur penutup baut hilang. Sisi utara bahu jalan dua unit mur raib, tiga set baut beserta mur hilang, serta satu tiang penyangga pembatas jembatan lepas dari dudukannya.

Pada titik bekas tiang yang hilang, hanya menyisakan empat baut tanpa mur pengunci yang masih tertancap pada fondasi cor beton. Kondisi ini dinilai warga memperlemah struktur pengaman jembatan.

Hilangnya komponen pengaman ini memicu kekhawatiran serius bagi para pengendara. Minimnya penerangan dan hilangnya pembatas fisik meningkatkan risiko kecelakaan fatal, terutama saat malam hari.

"Kondisinya sangat membahayakan, terutama di area bahu jalan yang lebar ini. Kami khawatir pengendara tidak menyadari hilangnya pembatas dan terperosok ke pinggir. Sebagai jembatan baru, sangat disayangkan jika pembiaran ini terus terjadi," ujar Ayu Rahayu, salah seorang pengguna jalan, Kamis (5/2/2026).

Teepisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, menyebut bahwa insiden ini merupakan kejadian berulang. 

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa secara administratif, Jembatan Baru Ploso merupakan aset di bawah wewenang Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

"Peristiwa ini sepertinya terulang kembali. Sebelumnya kasus serupa pernah terjadi dan telah ditangani oleh pihak Bina Marga Provinsi," terang Bustomi saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2025). 

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak PUPR Jombang berkomitmen untuk segera melakukan koordinasi lintas instansi. "Kami akan segera melakukan pengecekan lapangan dan meneruskan laporan ini ke Bina Marga Provinsi agar segera dilakukan perbaikan, sebagaimana penanganan yang dilakukan pada insiden sebelumnya," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow