Kuota Haji Tak Jadi Dikurangi, PPIH Debarkasi Surabaya Harapkan Penambahan

Kuota haji Indonesia tidak jadi dipotong oleh Arab Saudi. PPIH Surabaya berharap kuota ditambah karena antrean di Jawa Timur sudah mencapai 30 tahun.

13 Jun 2025 - 14:57
Kuota Haji Tak Jadi Dikurangi, PPIH Debarkasi Surabaya Harapkan Penambahan
Wacana pemangkasan 50% kuota haji Indonesia akhirnya dibatalkan oleh Kerajaan Arab Saudi. Kabar ini disambut gembira oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, mengingat antrean haji di Jawa Timur sudah mencapai 30 tahun. (Beritasatu.com/SJP)

SUARAJATIMPOST.COM - Rencana pengurangan 50 persen kuota haji Indonesia yang sebelumnya menjadi perhatian publik, akhirnya resmi dibatalkan oleh otoritas Kerajaan Arab Saudi.

Informasi ini disambut dengan rasa syukur oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, mengingat lamanya antrean haji di wilayah Jawa Timur yang telah mencapai 30 tahun.

Sugiyo, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, menyampaikan rasa leganya atas kabar tersebut.

Ia juga mengungkapkan harapan agar pemerintah Arab Saudi tidak hanya mengembalikan kuota seperti sebelumnya, melainkan juga mempertimbangkan untuk menambahnya, guna merespons lonjakan jumlah pendaftar setiap tahunnya.

“Kita berharap kuotanya ditambah. Masa tunggu di Jawa Timur sampai 30 tahun. Dengan manajemen yang lebih baik, kita yakin bisa mengelola tambahan kuota,” ujar Sugiyo, Jumat (13/6/2025). saat dikutip dari beritasatu.com

Ia meyakini bahwa penambahan jumlah kuota akan membawa dampak besar dalam mempercepat keberangkatan calon jemaah yang telah menunggu sangat lama. Namun demikian, Sugiyo mengingatkan bahwa pengelolaan tambahan kuota tersebut perlu diiringi peningkatan mutu manajemen dan pelayanan, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji.

Sebelumnya, muncul wacana mengenai pemotongan kuota haji Indonesia pada musim haji 2026. Namun, kabar itu segera dibantah oleh Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menegaskan bahwa tidak akan ada pengurangan kuota dari pihak Arab Saudi.

Dahnil menjelaskan bahwa keputusan pembatalan pemotongan kuota diambil oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi setelah menilai adanya perbaikan signifikan dalam pengelolaan haji oleh pemerintah Indonesia.

Langkah reformasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BPH) turut diapresiasi oleh pemerintah Saudi dan dianggap sebagai bukti komitmen dalam memperbaiki pelayanan terhadap jemaah Indonesia di Tanah Suci.

"Rencana pemangkasan kuota sudah benar-benar dibatalkan. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Dahnil.

Dengan pembatalan kebijakan pemangkasan dan adanya langkah perbaikan struktural di sektor penyelenggaraan haji, masyarakat Jawa Timur kini memiliki harapan baru. Penambahan kuota menjadi aspirasi bersama untuk mengurangi masa tunggu haji yang selama ini sangat panjang. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow