Kunjungan ke MPP Among Warga Kota Batu Tembus 47 Ribu Sepanjang 2025

Dengan meningkatnya kunjungan MPP di Kota Batu, Pemkot secara gamblang juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan dan keluhan ke Balaikota Among Tani karena inspirasi warga harus dijadikan bahan evaluasi agar kualitas pelayanan publik terus berkembang.

03 Oct 2025 - 20:40
Kunjungan ke MPP Among Warga Kota Batu Tembus 47 Ribu Sepanjang 2025
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto (ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Mal Pelayanan Publik (MPP) Among Warga Kota Batu terus menjadi pusat layanan favorit masyarakat. Hingga September 2025, jumlah kunjungan ke MPP tercatat mencapai 47.133 orang.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Jumat (3/10/2025) menyebut angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan terpadu dan bila dibandingkan pada 2024 lalu, jumlah pengunjung mencapai 80.948 orang.

"Dari data yang dihimpun, kunjungan didominasi oleh pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dengan total 19.391 kunjungan. Layanan adminduk seperti pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi aktivitas yang paling banyak diakses," urainya.

Disusul kemudian layanan Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan 11.932 kunjungan, serta layanan Bank Jatim dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Secara keseluruhan, masyarakat dapat memanfaatkan 25 gerai dengan 286 jenis layanan yang tersedia di MPP Among Warga.

Orang nomor dua di Kota Batu tersebut menambahkan, akses layanan tidak hanya dilakukan secara tatap muka di Balai Kota Among Tani. Sejumlah layanan juga bisa diakses secara online, seperti Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG), BPJS Ketenagakerjaan, maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD). Bahkan tersedia layanan mandiri tanpa antre, mulai dari Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) hingga perpustakaan digital.

"Kami menekankan bahwa pelayanan publik harus terus bertransformasi agar lebih adaptif dan inklusif. Terlebih kehadiran digitalisasi layanan di MPP juga sangat membantu masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow