Kredit Rumah Tangga Dominan, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Wilker OJK Malang Terjaga

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa konsumsi masyarakat masih berkontribusi terhadap perputaran ekonomi dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di daerah.

22 Jan 2026 - 21:16
Kredit Rumah Tangga Dominan, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Wilker OJK Malang Terjaga
Kepala OJK Malang Farid Faletehan memberikan keterangan kepada awak media usai pemaparan kondisi sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang (Foto : Hafid/SJP)

KOTA MALANG, SJP- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang memastikan stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah kerjanya tetap terjaga hingga akhir 2025. Kondisi tersebut ditopang oleh dominasi penyaluran kredit perbankan ke sektor rumah tangga yang mencerminkan daya beli masyarakat masih berjalan.

“Kredit kepada sektor rumah tangga masih menjadi porsi terbesar dalam penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang,” ujar Kepala OJK Malang Farid Faletehan saat agenda pemaparan kondisi sektor jasa keuangan OJK Malang, bersama awakmedia, Kamis (22/1/2026).

Farid menjelaskan, hingga November 2025 porsi kredit rumah tangga mencapai 29,85 persen dari total penyaluran kredit perbankan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa konsumsi masyarakat masih berkontribusi terhadap perputaran ekonomi dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di daerah.

“Dominasi kredit rumah tangga menunjukkan konsumsi masyarakat masih berjalan dan menopang aktivitas ekonomi,” katanya.

Selain sektor rumah tangga, penyaluran kredit perbankan juga mengalir ke sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Kendaraan sebesar 19,42 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 16,53 persen. Struktur penyaluran kredit tersebut dinilai mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih bertumpu pada konsumsi, perdagangan, dan industri.

“Perdagangan dan industri tetap memiliki peran penting, namun konsumsi masyarakat masih menjadi motor utama,” ujarnya.

Dalam agenda yang sama, OJK Malang juga memaparkan perkembangan sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP). Selama periode Januari hingga November 2025, akumulasi pendapatan premi asuransi tercatat sebesar Rp1,688 triliun, meski mengalami penurunan 14,15 persen secara year-on-year (yoy). Sementara itu, klaim asuransi tercatat sebesar Rp1,378 triliun atau turun 5,56 persen yoy.

Pada sektor dana pensiun, total aset tercatat tumbuh 5,53 persen yoy menjadi Rp237,59 miliar per November 2025. Investasi dana pensiun juga meningkat 3,42 persen yoy dengan nilai mencapai Rp216,24 miliar.

Sementara itu, piutang pembiayaan pada lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, serta lembaga jasa keuangan lainnya tercatat sebesar Rp7,080 triliun hingga akhir Oktober 2025. Rasio Non Performing Financing (NPF) berada di level 3,27 persen, masih dalam kondisi terjaga meski mengalami kenaikan tipis.

“Mayoritas penyaluran pembiayaan digunakan untuk pembiayaan multiguna, disusul pembiayaan investasi dan modal kerja,” jelas Farid.

Ia menegaskan, OJK Malang akan terus memperkuat pengawasan dan mendorong sektor jasa keuangan agar tetap sehat dan stabil. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow