Kota Malang Disorot Sebab Kasus Pelecehan Seksual oleh Oknum Dokter, Pemkot Angkat Bicara
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku telah berkoordinasi dengan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang, Sasmito Widito.
KOTA MALANG, SJP - Kota Malang sedang disorot tentang ramainya pemberitaan kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter Rumah Sakit Persada Hospital. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun angkat bicara.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku telah berkoordinasi dengan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang, Sasmito Widito. Dia berharap agar IDI dapat mengedepankan keamanan pelayanan bagi masyarakat.
"Walaupun tidak semua, ini kan oknum. Tetapi membuat ketakutan yang luar biasa. Saya harap nanti ada tindak lanjut. Ada langkah yang dilakukan oleh IDI," kata Wahyu usai acara Arjosari Woman Festival, Senin (21/4/2025).
Selain berkoordinasi dengan IDI, Wahyu mengaku telah lebih dulu mewanti-wanti organisasi perangkat daerah (OPD) terkait supaya kejadian serupa tidak terulang.
Bentuk antisipasi yang bisa dilakukan adalah menyosialisasikan pentingnya etika profesi dan standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh seorang dokter.
"Saya berharap IDI dengan Dinas Kesehatan ada kerja sama untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat," jelasnya.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhita mengatakan, Pemkot Malang perlu mempertegas kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
"Ini perlu kita genjot ya. Tahun lalu kita menangani lebih dari sembilan puluh kasus. Kami berharap tahun ini tidak bertambah," kata Amithya usai menghadiri acara Apresiasi Komunitas Perempuan dan Perempuan Inspiratif, di Malang Creatif Center, Senin (21/4/2025).
Amithya juga meminta Pemkot Malang lebih memperhatikan kebijakan perlindungan perempuan dan anak. Kejadian serupa diminta untuk tidak sampai terulang kembali.
Kendati demikian, Amithya mengapresiasi keberanian korban untuk bersuara. Sebab menurutnya, segala sesuatu yang membuat tidak nyaman adalah sesuatu yang memang harus diutarakan.
"Jangan kemudian merasa, 'oh yaudah perempuan itu biasa diginiin,' itu tidak boleh. Jadi kita harus memosisikan diri kita seperti yang lain," lanjut Amithya.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin telah bertemu dengan kuasa hukum salah satu korban dugaan pelecehan oknum dokter RS Persada, Satria Marwan di kediamannya, Ahad (20/4/2025).
Kunjungan itu dia unggah di akun Instagramnya dalam bentuk video. Dalam video itu, dia menyampaikan keprihatinannya dan menghormati semua proses hukum yang ada.
"Semoga tidak terjadi lagi di Kota Malang. Kalau ada yang menjadi korban lagi, harus berani melaporkan," ujar Ali. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

