Korban Masih Syok usai Jatuh dari Pendulum 360° Jatim Park 1

Meski telah keluar dari rumah sakit, trauma psikologis yang dialaminya belum sepenuhnya pulih. Ketakutan akan kehilangan kaki dan dampak terhadap masa depannya masih membekas.

18 Apr 2025 - 17:07
Korban Masih Syok usai Jatuh dari Pendulum 360° Jatim Park 1
Remaja berinisial RDP (13) saat ditemui awak media di kediamannya. (Foto: Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Liburan yang seharusnya menjadi momen menyenangkan, justru berubah menjadi tragedi mengerikan bagi RDP (13). Remaja asal Kota Malang itu terjatuh dari wahana Pendulum 360°.

Saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, RDP tampak masih harus menggunakan alat bantu jalan. Kaki kanannya dibalut gips, bukti luka serius akibat insiden tersebut.

Meski sempat menaiki berbagai wahana, nasib nahas menimpanya saat menaiki Pendulum 360°. Dia terlempar dari kursi akibat sabuk pengaman yang diduga terlepas saat wahana berputar.

“Saya saat itu cuma diam. Tidak menangis dan tidak menjerit. Soalnya pikiran sudah ke mana-mana dan kekhawatiran akan diamputasi melekat kuat di benak saya” ucap RDP, Jumat (18/4/2025).

Siswa salah satu MTsN di Kota Malang ini mengaku sangat syok hingga tidak bisa mengeluarkan ekspresi apa pun. Dia hanya diam dengan pikiran yang dipenuhi ketakutan kehilangan kaki.

Bahkan, saat dievakuasi dengan tandu oleh operator wahana dan dibawa ke klinik Jatim Park 1, dia masih terus bertanya-tanya kepada para petugas yang membawanya.

“Sampai sempat waktu ditandu itu, saya tanya, ‘Mas gimana ini mas, saya masih kelas 1 SMP mas, masa diamputasi mas, gimana ini, masa depan saya terganggu dong, gitu mas’,” ungkapnya dengan suara lirih.

Setelah mendapatkan penanganan awal di klinik, RDP langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Baptis Kota Batu dan kemudian dipindahkan ke RS Persada Hospital Kota Malang atas permintaan keluarga.

Dari hasil pemeriksaan, dia mengalami patah pada dua tulang betis kanan serta patah tulang pada jari tengah dan jari manis di tangan kanannya.

RDP menjalani operasi pada Rabu (9/4/2025) dan sempat dirawat inap hingga Sabtu (12/4/2025). Saat ini, dia telah menjalani rawat jalan untuk proses pemulihan.

Meski telah keluar dari rumah sakit, trauma psikologis yang dialaminya belum sepenuhnya pulih. Ketakutan akan kehilangan kaki dan dampak terhadap masa depannya masih membekas. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow