Korban Keracunan Massal Kolak Kacang Hijau di Blitar Bertambah Jadi 66 Orang

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, hingga saat ini ada 27 orang yang masih menjalani rawat inap di puskesmas hingga rumah sakit.

13 May 2025 - 15:01
Korban Keracunan Massal Kolak Kacang Hijau di Blitar Bertambah Jadi 66 Orang
Korban keracunan massal kolak kacang hijau yang sedang menjalani perawatan intensif di Puskesmas Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. (Foto: Ninda Kinanti/SJP)

BLITAR, SJP—Korban keracunan massal di Dusun Sidorejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, bertambah menjadi 66 orang. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, hingga saat ini, 27 korban masih menjalani rawat inap di puskesmas hingga rumah sakit.

Rincinya, 10 orang dirawat di Puskesmas Boro Selorejo, 3 orang di Puskesmas Kesamben, 1 orang di Puskesmas Doko, 8 orang di Klinik Pelita Husada, 4 orang di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dan 1 orang lainnya di RS Wava Husada Kesamben.

"Update terbaru hari ini, yang dirawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan ada 27 orang. Kondisinya semua mengarah ke perbaikan," ucap Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, Selasa (13/5/2025).

Christine menyebut, kejadian bermula saat dilaksanakan kegiatan posyandu lansia pada Sabtu (10/5/2025) lalu. Peserta posyandu mendapatkan konsumsi berupa kolak kacang hijau dan pisang. Sehingga keracunan diduga timbul dari makanan tersebut.

Namun, makanan tersebut tidak hanya dikonsumsi oleh peserta posyandu lansia, melainkan juga diberikan kepada anak cucu mereka. Sehingga, korban keracunan tidak hanya dari warga lansia, melainkan ada yang berusia anak-anak, dewasa, hingga ibu hamil.

"Kejadian berawal posyandu lansia dan mendapatkan konsumsi berupa kolak kacang hijau dan buah pisang. Nah, makanan ini ada yang dikonsumsi sendiri, ada juga yang diberikan ke cucu atau anaknya," jelas Christine.

Salah satu korban bernama Juwarti (60) mengaku merasakan sakit perut, mual, muntah, hingga diare usai mengonsumsi kolak kacang hijau yang dia dapat dari kegiatan posyandu. Dia kini menjalani rawat inap di Puskesmas Boro. Kini rasa sakitnya sudah mulai berkurang.

"Kolaknya itu rasanya kecut (asam), dan saya bagi dua dengan cucu. Minumnya siang hari setelah posyandu, dan malamnya sehabis Magrib perut saya sakit sekali. Mual, muntah, diare terus tidak berhenti," tuturnya.

Diketahui, pada Senin (12/5/2025), Dinkes Kabupaten Blitar melakukan perawatan dan pemeriksaan terhadap 58 orang korban keracunan massal. Dari jumlah tersebut, 22 orang di antaranya menjalani rawat inap di puskesmas hingga rumah sakit. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow