Kontribusi Nyata Mitigasi Gempa Bumi, 4 Mahasiswa UB Ciptakan Early Warning System Automatic

4 mahasiswa Fakultas Teknik UB membuat inovasi baru yaitu LAGA GEMPA (Lampu Siap Siaga Gempa). LAGA GEMPA ini mempunyai fungsi sebagai Early Warning System Otomatis di daerah zona gempa.

27 Sep 2023 - 03:30
Kontribusi Nyata Mitigasi Gempa Bumi, 4 Mahasiswa UB Ciptakan Early Warning System Automatic
4 mahasiswa Fakultas Teknik UB pembuat inovasi baru yaitu LAGA GEMPA, Rabu (27/9/2023) (Donny Maulana/SJP)

Kota Malang, SJP - Upaya mitigasi bencana alam sangat penting dilakukan untuk mengurangi dampak dari suatu peristiwa bencana yang terjadi.

Hal ini yang kemudian dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Teknik UB dalam upaya pengimplementasian ilmu yang mereka miliki.

Dalam hal ini, 4 mahasiswa Fakultas Teknik UB membuat inovasi baru yaitu LAGA GEMPA (Lampu Siap Siaga Gempa).

LAGA GEMPA ini mempunyai fungsi sebagai Early Warning System Otomatis di daerah zona gempa.
 
"Temuan ini dapat membantu masyarakat untuk dapat menyelamatkan diri lebih cepat dari bahaya gempa bumi," ujar ketua tim, Yusuf Yuniar, Rabu (2/7/9/2023).

Alat ini dapat memberikan peringatan 30 detik sebelum terjadinya gempa bumi dengan skema bunyi alarm yang bisa menjangkau dua sampai tiga kamar tidur.

"Dengan begitu, korban jiwa akibat bencana gempa bumi dapat terkurangi," lanjutnya.

Lebih lanjut, inovasi ini juga diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa yakni Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

PIMNAS merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

"Puji syukur bahwa inovasi ini berhasil mendapatkan pendanaan dan saat ini sedang dalam tahap pemasaran penjualan produk LAGA GEMPA," tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, inovasi ini merupakan hasil karya tim yang diketuai oleh Yusuf Yuaniar (Departemen Teknik Elektro), dengan anggota Cyril Wahyu Dwi Anugrah (Teknik Elektro), M. Fajar Arif (Teknik Elektro), dan Deca Melani (Perencanaan Wilayah dan Kota).

"Inovasi ini berhasil membuktikan dan memberikan gebrakan baru dalam pemberian peringatan pertama sebelum terjadinya gempa bumi," lanjut Yusuf.

Alat inovasi ini akan dipasarkan kepada instansi pendidikan, rumah kos, dan daerah dengan tingkat kerawanan gempa bumi tinggi.

Dimana lokasi tersebut memerlukan sebuah peringatan pertama guna mitigasi bencana gempa bumi. 

Lebih lanjut, alat ini telah masuk di daerah Kota Malang, Cianjur, Jogja, Aceh, Probolinggo dan sekitarnya.

"Tidak hanya itu, alat ini juga sudah dipesan langsung oleh tenaga pendidik asal United Kingdom (UK) sebagai perbandingan alat yang kompeten dalam mitigasi bencana gempa bumi," tambah Yusuf.

LAGA GEMPA dibanderol sebesar Ro 400 ribu untuk satu lampu, dengan keunggulan dapat mendeteksi gempa bumi mulai dari getaran rendah, menengah hingga getaran tinggi yang disertai oleh bunyi alarm yang berbeda-beda.

“Selain itu, alat ini juga dapat digunakan sebagai lampu tidur dengan warna warm white dan dengan desain berbentuk prisma trapesium dapat menambah estetika ruangan," lanjutnya.

LAGA GEMPA menggunakan baterai Li-ion 18650 yang dapat diisi ulang dayanya ketika habis, sehingga dapat menghemat biaya untuk baterai.
 
"Dengan daya 13.000 mAh alat ini dapat menyala seharian penuh dan dapat diisi ulang dayanya selama delapan jam," tandas Yusuf. (0)
 
Editor : Queen Ve

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow