Mahasiswa Dilarang Berjualan Depan Toko Alat Kesehatan, Ini Alasannya

Alasan PT. Cobra Dental Jember melarang PKL berjualan di depan tokonya, karena adanya aturan atau SOP yang melarang adanya PKL atau siapapun berjualan di depan tokonya yang menyimpan alat-alat kesehatan dan mudah terbakar.

27 Sep 2023 - 04:15
Mahasiswa Dilarang Berjualan Depan Toko Alat Kesehatan, Ini Alasannya
Mahasiswa saat melayani pembeli pentok kuah pedas di Jalan Raya Kampus Jember. (Ulum/SJP)

Kabupaten Jember, SJP- Mahasiswa Politeknik Jember Muhammad Iqbal Abdillah membuka usaha berjualan pentol kuah pedas di sekitar Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, Jember. 

Usaha mahasiswa Politeknik Jember ini untuk mendukung tugas kewirausahaan kampus. Juga upayanya untuk mencari penghasilan tambahan di samping kegiatan sehari-hari sebagai anak kuliahan.

Namun, upaya mahasiswa (18) berjualan jajanan pentol kuah pedas di emperan toko, tidak mendapatkan restu dari pemilik toko.

Muhammad Iqbal dilarang berjualan di depan toko yang menjual alat kesehatan PT. Cobra Dental Jember.

Terlebih pihak toko khawatir apa yang dilakukan mahasiswa Poltek Jember ini berbentudan dengan SOP perusahaan, karena ada alat yang mudah terbakar di depan tokonya.

"Saya awalnya buka (berjualan) di depan gang yang bersebelahan dengan Toko Cobra Dental. Ternyata itu jalan ke kos-kosan, waktu itu pertama saya jualan, ditegur dan diminta minggir. Akhirnya saya minggir dan berjualan di depan (Gudang) toko tersebut," kata Iqbal, Rabu (27/9/2023).

Di hari kedua berjualan, lanjut Iqbal, lagi-lagi mahasiswa semester 3 di Jurusan Teknologi Informasi itu kembali mendapat teguran.

"Hari kedua jualan, sekali lagi saya dapat teguran dari pegawai Toko Cobra Dental. Saya disuruh jangan berjualan di sini, karena ada SOP perusahaan tidak boleh berjualan di depan tokonya," ujar Iqbal.

Padahal diketahui oleh Iqbal, selain dirinya. Juga ada pedagang kripik dengan gerobaknya. Berjualan di depan Toko PT Cobra Dental Jember itu.

"Tapi tidak diusir, dan katanya sih dekat dengan (salah seorang) pegawai Toko Cobra Dental, bahkan sudah dua tahun berjualan. Saya sempat tanya kenapa kalau saya tidak boleh jualan, karena ada kuah-kuah dan kotor," jelasnya.

"Padahal saya jualan itu, Pentol Kuah Pedas. Menerapkan takeaway (tidak makan ditempat). Pembeli itu hanya bungkus dan langsung pulang. Tidak dimakan di tempat. Saya juga menjaga kebersihan lapak saya setiap sebelum, saat berjualan, bahkan juga setelah jualan," sambungnya menjelaskan.

Terkait teguran, kata Iqbal, bahkan dilakukan sampai tiga kali.

"Yang terakhir mengaku sebagai pemilik Toko Cobra Dental dan kembali mengusir saya," ucapnya.

Terkait alasan Iqbal tetap berjualan, lebih lanjut Iqbal menyampaikan, dirinya berjualan saat toko tutup sekitar pukul 17.00 WIB.

"Saya akui saya salah dan mungkin belum izin dengan pemilik toko. Tapi saya sudah bermaksud minta izin saat ditegur itu. Saya pun juga sudah izin ke Ketua RW setempat dan dapat izin. Juga saya berkontribusi membayar biaya titip gerobak (lapak jualan) di Balai RW Rp 50 ribu per bulannya," ungkapnya.

"Saya juga berjualan ini untuk memenuhi tugas kuliah kewirausahaan juga saya belajar membuka peluang usaha di bidang UMKM untuk mencari penghasilan tambahan dan sampingan. Dari kejadian ini saya berharap ada win-win solution yang baik. Tapi ya (serasa) tidak dihiraukan," imbuhnya.

Sementara itu menurut Head Admin PT. Cobra Dental Jember, Vitras Mustaqim, alasan pihaknya melarang PKL berjualan di depan tokonya, karena adanya aturan atau SOP yang melarang adanya PKL atau siapapun berjualan di depan tokonya.

"Kami tahu ada mahasiswa yang berjualan, dan untuk menjadi salah satu syarat mengejar skripsi. Tapi sebelum-sebelumnya memang ada aturan internal dari perusahaan kita, tidak boleh ada yang berjualan di depan (toko)," kata Vitras.

Selain adanya aturan soal larangan berjualan, lanjutnya, pihak toko juga mempertimbangkan adanya bahan atau alat kesehatan yang dijual dan berada di dalam gudang ataupun toko itu mudah terbakar. 

Bahkan pihaknya juga memasang tulisan yang tercetak pada lembaran kertas, dan ditempel di depan dinding depan toko ataupun gudang.

Bertuliskan 'Hati-hati Banyak Barang Mudah Terbakar' dan 'Mohon Tidak Jualan di depan PT. Cobra Dental Jember'.

"Kalau dibilang mudah terbakar memang iya, tapi tidak seriskan seperti bahan bakar (BBM). Karena di dalam (toko atau gudang), ada seperti alkohol,dan bahan-bahan kedokteran yang lain (mudah terbakar). Tapi kita (juga) sudah menyiapkan prosedur-prosedur menanggulangi (jika terjadi) kebakaran," katanya.

Terkait adanya barang-barang atau alat-alat kesehatan yang mudah terbakar itu. Vitras juga mengakui, pihaknya akan berkoordinasi dengan lingkungan setempat.

"Saat ini memang belum kita lakukan sosialisasi (soal adanya barang-barang mudah terbakar). Tapi nanti kita akan follow up ke kelurahan juga nanti akan disampaikan ke atasan. Nanti kita proses," ucapnya.

"Tapi kembali soal larangan ada PKL di depan toko. Nanti lebih lanjut akan kita bahas, apalagi hari ini ada mediasi (awal). Apakah nanti bisa kita toleransi atau bagaimana (dibahas selanjutnya). Meskipun kami pukul 5 sore sudah tutup, tapi kalau malam terkadang ada kegiatan lembur atau memasukkan barang ke toko. Kalau saya pribadi mempertimbangkan dari sisi keamanan, kebersihan dan kenyamanan," sambungnya.

Menanggapi persoalan PKL dengan Toko Cobra Dental Jember, Lurah Sumbersari Bhatara Pragusta membenarkan tentang adanya mediasi yang dilakukan di kantornya.

"Terkait ini nanti kita akan evaluasi, nantinya dimungkinkan pembahasan lebih lanjut. Apalagi sekarang ini masih pembahasan awal. Dimungkinkan untuk koordinasi lebih lanjut dengan atasan saya," ujar Bhatara.

"Berbicara mencari penghasilan atau nafkah, kita paham dengan situasi di masyarakat. Tapi yang penting menjaga kebersihan, ketertiban, penataan (yang baik) bagi pegiat ekonomi," sambungnya.

Soal adanya barang-barang atau alat-alat mudah terbakar, Bhatara menambahkan, pihaknya juga melakukan evaluasi.

"Terkait dengan perizinannya (Amdal) ataupun lain-lainnya, untuk item-item yang sensitif (mudah terbakar). Kami ingatkan untuk lebih ditingkatkan safetynya (keamanan, red). Misalnya bahan-bahan (mudah terbakar) itu ada di depan toko, mungkin digeser atau ditempatkan di tempat yang tidak mudah terbakar," tuturnya.

"Tapi nanti akan kita konfirmasi lagi kepada pihak Toko Cobra Dental Jember. Kroscek juga ke lapangan, keadaannya seperti apa," ujarnya menambahkan. (*)

Editor : Queen Ve

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow