Konflik Yai Mim Memanas! Kuasa Hukum Sahara Bantah Isu SARA

Kuasa hukum Sahara membantah isu SARA dalam konflik dengan Yai Mim yang memanas di Malang. Ia menegaskan persoalan ini hanya konflik antartetangga dan berharap situasi kota tetap kondusif.

08 Oct 2025 - 23:55
Konflik Yai Mim Memanas! Kuasa Hukum Sahara Bantah Isu SARA
Kuasa hukum Sahara, Moh Zakki menghimbau agar persoalan kliennya bersama eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Yai Mim tidak bergeser ke isu SARA. (Foto: Beritasatu.com/Putu Ayu Pratama Sugiyo)

MALANG, SJP — Polemik antara Imam Muslimin atau Yai Mim, eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Sahara terus bergulir. Terbaru, kuasa hukum Sahara, Moh Zaki, buka suara soal isu SARA yang mencuat di media sosial dan menegaskan pihaknya tetap menghormati proses hukum yang tengah berjalan di Polresta Kota Malang.

“Tidak perlu ada yang dibesar-besarkan, publik bisa menilai sendiri. Bahwa kami selama ini pasif, ini bentuk komitmen kami bersama perangkat RT/RW untuk menjaga kedamaian di Kota Malang,” ujar Zaki, Rabu (8/10/2025).

Zaki menegaskan, konflik antara Sahara dan Yai Mim sejatinya hanyalah persoalan antartetangga yang seharusnya dapat diselesaikan secara dingin tanpa perlu melebar ke isu lain. Ia juga menyayangkan maraknya isu rasisme dan SARA yang berkembang di media sosial belakangan ini.

“Saya pertegas, ini tidak ada hubungannya dengan persoalan ras dan sebagainya. Ini konflik biasa. Kami tidak tahu siapa yang menggoreng kasus ini hingga dikaitkan dengan isu SARA,” tegasnya.

Zaki berharap polemik ini segera menemukan titik terang agar suasana di Kota Malang tetap kondusif.

“Kami ingin Kota Malang tetap adem ayem. Kami berkomitmen menjaga suasana damai di lingkungan kami,” pungkasnya.

Isu SARA mulai ramai diperbincangkan netizen setelah konflik keduanya mencuat di dunia maya. Publik ramai menyoroti perbedaan latar belakang antara kedua pihak yang kemudian dikaitkan dengan perselisihan di lingkungan Perumahan Kavling Depag III Atas, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Diketahui, konflik antara Imam Muslimin dan Sahara berawal dari laporan pencemaran nama baik pada September 2025. Kedua pihak saling melapor ke Polresta Kota Malang.

Yai Mim kemudian menambahkan laporan baru terkait dugaan penistaan agama dan persekusi, sementara Sahara melaporkan dugaan pelecehan seksual. Hingga kini, proses hukum atas berbagai laporan tersebut masih berlangsung dan kedua belah pihak telah dipanggil untuk pemeriksaan awal. (**)

Editor: Rizqi Ardian 
Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow