Konflik Desa Kaligedang Ijen Bondowoso Sudah Usai, TNI dan Warga Kembali Bercengkrama
Warga mulai menerima kedatangan TNI dari Batalyon Infanteri 514 saat mereka menggelar bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis di Balai Desa Kaligedang.
BONDOWOSO, SJP – Suasana Desa Kaligedang Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso, pasca insiden kesalahpahaman antara warga dengan anggota TNI Batalyon Infanteri 514 Sabbadha Yudha, kembali normal seperti biasanya.
Warga setempat kembali beraktifitas berkebun seperti biasanya. Anak-anak kembali bersekolah dan tampak di sebuah madrasah di lingkungan Masjid Ibrahimy, mulai ramai aktivitas mengaji.
Bahkan, bantuan Al-qur’an sebanyak 20 buah dan karpet masjid yang diberikan oleh Komandan Yonif 514, juga diterima langsung oleh Ustaz Nurul, seorang ketua Takmir Masjid Ibrahimy, pada Rabu (21/5/2025).
Tak hanya itu, suasana Balai Desa Kaligedang juga ramai dikunjungi warga yang ingin berobat gratis. Layanan kesehatan gratis tersebut merupakan inisiasi dari Yonif 514 bersama stakeholder terkait dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Serahkan Bantuan untuk Masjid
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Komandan Yonif 514 Sabbadha Yudha, Letkol Inf Mohammad Ibrahim Sidik Soulisa secara langsung menyerahkan bantuan kepada ketua Takmir Masjid Ibrahimy, Desa Kaligedang.
Bersama jajaran Muspika Kecamatan Ijen, Danyonif 514 mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut merupakan bentuk kepedulian para prajurit Raider 514 kepada masyarakat.
“Mohon diterima, dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan salat warga Desa Kaligedang. Semoga ini bermanfaat,” ungkapnya.
Sementara, ucapan terima kasih disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Ibrahimy. Ustaz Nurul sangat mengapresiasi bantuan Al-qur’an dan karpet salat.
“Terima kasih. Nanti akan kami gunakan untuk kegiatan ibadah,” singkatnya.
Bagi-bagi Sembako dan Pengobatan Gratis
Suasana Balai Desa Kaligedang begitu ramai saat warga setempat mendengar pengumuman ada pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang digelar oleh Batalyon Infanteri (Yonif) 514 Sabbadha Yudha, pada Rabu (21/5/2025).
Warga yang sakit berbondong-bondong datang ke Ponkesdes untuk periksa kesehatannya. Bahkan, setelah diperiksa dan diberi obat, mereka juga diberi bantuan sembako beruba beras 2.5 liter dan minyak goreng 1,5 liter, sebanyak 200 paket.
Rangkaian bakti sosial yang digelar oleh Yonif 514, sejatinya adalah sebuah bentuk penyelesaian kesalahpahaman yang terjadi antara anggota TNI dengan warga Desa Kaligedang pada tanggal 15 Mei 2025 lalu.
“Melalui kegiatan ini, tentunya kami berharap ada rasa aman dan nyaman yang di rasakan masyarakat. Kami hadir untuk rakyat. Karena, kami lahir dari rakyat, untuk rakyat dan demi kepentingan rakyat,” ungkap Komandan Yonif 514 Sabbadha Yudha, Letkol Inf Mohammad Ibrahim Sidik Soulisa.
Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratist tersebut, kata Danyon, melibatkan rekan dari RS Bhayangkara dan RS Mitra Medika. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas Sempol dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan lebih lanjut.
“Kami berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini tidak hanya digelar satu kali saja. Nantinya akan kami agendakan secara rutin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Kaligedang dan desa-desa lainnya,” tandasnya.
Tegaskan bahwa TNI Bersama Rakyat
Komandan Yonif 514 Sabbadha Yudha, Letkol Inf Mohammad Ibrahim Sidik Soulisa menegaskan jika TNI, khususnya Raider 514 tidak pernah ada niatan untuk bersinggungan dengan masyarakat Desa Kaligedang.
“Yang terpenting adalah, kami dari Yonif 514 dan TNI AD, sama sekali tidak ada niat untuk bersinggungan atau menyakiti warga. Kejadian kemarin adalah murni kesalahpahaman dan kami buktikan dengan kegiatan bakti sosial,” tegasnya.
Dirinya tegas mengatakan siap akan melakukan sinergi dengan seluruh instansi pemerintah untuk bersama-sama memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.
“Kami siap bersama-sama untuk membangun masyarakat, khususnya Desa Kaligedang dan seluruh masyarakat pada umumnya. Karena TNI bersama rakyat, untuk rakyat dan demi kepentingan rakyat,” tandasnya.
Seperti diketahui, sempat terjadi perkelahian antaran warga dan anggota TNI, karena cekcok permasalahan salah paham pembangunan pos kamling di Desa Kaligedang.
Dalam peristiwa itu, sempat diwarnai pembakaran dua rumah asisten tanaman (Astan) di Afdeling Kalisengon. Bahkan, sebuah mobil juga terbakar dan sempat ada upaya penghadangan jalan dengan menumbangkan pohon ke badan jalan menuju Balai Desa Kaligedang, pada Kamis (15/5/2025) malam. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

