KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Polda Jatim Bantu Tim SAR Cari Korban Hilang
Empat penumpang KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan tewas, 31 selamat. Tim SAR terus menyisir Selat Bali mencari korban lain kapal tenggelam yang bawa 65 orang itu.
SURABAYA, SJP - Upaya pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sementara ini, sebanyak 35 penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya telah berhasil ditemukan, empat di antaranya dalam kondisi meninggal dunia.
Kapal jenis roll on roll off (roro) tersebut tenggelam pada Rabu (2/7/2025) malam, saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui bertolak dari Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 22.56 WIB. Namun kurang dari satu jam kemudian, tepatnya pukul 23.35 WIB, kapal mengalami kondisi darurat akibat kebocoran mesin.
Informasi dari Koarmada II menyebut bahwa pada pukul 00.15 WITA terdengar komunikasi darurat dari kapal melalui saluran radio, yang dilanjutkan dengan pemadaman total (blackout) dan akhirnya kapal terbalik pada pukul 00.22 WITA. Kapal kemudian hanyut ke arah selatan dan tenggelam di titik koordinat -8°09.371' LS dan 114°25.1569' BT.
Kapal yang dibuat pada tahun 2010 itu membawa 53 penumpang, 12 awak kapal, dan mengangkut 22 unit kendaraan termasuk truk, mobil pribadi, dan sepeda motor.
Respons Cepat Tim SAR Gabungan
Menanggapi peristiwa tersebut, sejumlah instansi langsung bergerak cepat. Lanal Banyuwangi, Koarmada II TNI AL mengerahkan unsur laut Kal Sembulungan, Patkamla Payaman, dua sekoci karet, dan 46 personel. Mereka bergabung dengan unsur SAR lainnya seperti Basarnas, Polri, ASDP, dan instansi lokal.
Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto juga langsung meninjau lokasi pencarian via helikopter bersama jajaran pejabat utama Polda.
Polda Jatim mengerahkan 6 kapal milik Direktorat Polairud, 1 helikopter, dan sejumlah peralatan penyelamatan modern seperti drone bawah laut, motor selam, tabung oksigen, alat navigasi bawah laut, serta perahu karet.
"Kami bekerja sama dengan seluruh instansi terkait dan masyarakat sekitar untuk melakukan pencarian korban, baik dari laut maupun udara," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat dihubungi oleh awak media, Kamis (3/6/2025).
Cuaca Buruk Hambat Pencarian
Proses pencarian diwarnai tantangan cuaca. Menurut laporan BMKG, tinggi gelombang di Selat Bali saat kejadian mencapai 2,5 meter dengan arus laut mengarah dari utara ke selatan berkecepatan 13 knot. Hal ini membuat pencarian difokuskan ke arah tenggara dan selatan dari lokasi tenggelam.
Hingga Kamis siang (3/7/2025), Posko Operasi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang mencatat total 35 orang berhasil ditemukan, dengan rincian 31 selamat dan 4 meninggal dunia. Sedangkan data dari Koarmada II sebelumnya menyebut 5 korban meninggal dunia. Perbedaan ini diduga akibat perbedaan waktu pelaporan.
Korban selamat telah dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk, sementara korban meninggal dilarikan ke RSUD Negara, Jembrana, Bali.
Posko & Call Center untuk Keluarga
Untuk membantu keluarga penumpang mencari informasi, posko pencarian telah didirikan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat menghubung call center posko :
- 0812-3442-9667
- 0823-6070-3299
Senada dengan pihak kepolisian, Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, juga menyampaikan pesan bahwa pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.
"Kami akan terus bersinergi demi keselamatan dan keamanan maritim di wilayah kerja Koarmada II," pesannya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

