Lansia Penjual Bakso di Lengkong Nganjuk yang Bertahun-tahun Tak Tersentuh Bansos
salah satunya penjual pentol yang sudah bertahun-tahun mencari nafkah melalui jualan bakso keliling yang ada di Dusun Sumberjo Desa Ngringin Kecamatan Lengkong.
NGANJUK, SJP – Potret warga lanjut usia yang luput dari jaring pengaman sosial masih ditemukan di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya dialami Mbah Kasiyo (70), penjual bakso keliling yang puluhan tahun menggantungkan hidup dari berjualan bakso pikulan di wilayah Kecamatan Lengkong.
Mbah Kasiyo telah berjualan bakso sejak awal 1990-an. Hingga kini, harga satu mangkuk bakso yang dijualnya hanya Rp5 ribu. Meski murah, penghasilan yang ia peroleh tidak menentu.
“Mboten mesti nak, kadang angsal seket ewu, nek rame angsal satus ewu. Niki dinten-dinten sepi, nek mboten entek kulo beto wangsul,” ujarnya dengan logat Jawa, Minggu (8/2/2026).
Dia menyebut, penghasilannya tak pasti. Dalam sehari, Mbah Kasiyo kadang hanya membawa pulang Rp50 ribu, dan jika ramai bisa Rp100 ribu. Namun belakangan, dagangan kerap sepi dan bakso harus dibawa pulang.
Di usianya yang menginjak 70 tahun, Mbh Kasiyo masih berjualan dari pagi hingga sore. Dia sudah bekerja 36 tahun. “Kulo pun 36 tahun sadean bakso, buka enjing wangsul sonten. Nek sepi nggih wangsul siang,” katanya.
Ironisnya, selama bertahun-tahun berjualan dan hidup dalam keterbatasan, Mbh Kasiyo mengaku belum pernah menerima bantuan sosial pemerintah, baik BLT Dana Desa, BLT Kesra, BPNT, maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Kulo mboten nate angsal bantuan. Tiyang-tiyang sanes sami angsal, kulo mboten nate (Saya tidak pernah dapat bantuan. Orang-orang selalu dapat, saya tak pernah),” ucapnya lirih.
Kondisi kesehatannya pun tidak sepenuhnya prima. Salah satu kakinya tampak bengkak akibat tertimpa kayu. Meski demikian, Mbah Kasiyo hanya bisa pasrah.
“Kulo mung pasrah kemawon, nyuwun kalih Gusti mugi ditebihaken saking sakit,” tuturnya.
Saat ini, Mbah Kasiyo tinggal bersama anaknya di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, setelah istrinya meninggal dunia. Sebelumnya, ia merupakan warga Desa Ngringin.
Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina, membenarkan bahwa Mbah Kasiyo masih tercatat sebagai warga Ngringin, meski kini tinggal bersama anaknya di desa lain.
“Memang benar Mbah Kasiyo warga Ngringin, tapi posisinya ikut anaknya di Desa Ngepung. Untuk bantuan, nanti akan saya cek dulu ke pamong desa,” kata Ika saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Sementara itu, aktivis kesehatan Tanty yang datang langsung menjenguk Mbh Kasiyo mengatakan, pihaknya telah membantu mengurus KIS untuk Mbh Kasiyo.
“Alhamdulillah, KIS Mbh Kasiyo sudah diberikan. Saya datang ingin melihat langsung kondisinya. Dengan KIS ini, semoga bisa membantu kebutuhan kesehatannya,” ujar Tanty.
Kisah Mbah Kasiyo menjadi potret nyata bahwa masih ada lansia miskin yang tercecer dari sistem bantuan sosial, meski telah puluhan tahun bekerja dan hidup sederhana. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

