Khidmatnya Umat Hindu Suku Tengger Rayakan Hari Raya Galungan di Lereng Gunung Bromo
Hari raya Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Saka, dan dirayakan secara serentak di berbagai pura desa wilayah setempat
PROBOLINGGO, SJP - Suasana khidmat begitu terlihat ketika ribuan umat Hindu Suku Tengger menggelar ritual pada hari raya Galungan di lereng Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Rabu, (24/04/2025).
Galungan sendiri merupakan perayaan yang penting bagi umat Hindu Tengger, di mana mereka merayakan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).
Hari raya Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Saka, dan dirayakan secara serentak di berbagai pura desa wilayah setempat.
Salah satu lokasi persembahyangan yang menjadi pusat perayaan Galungan adalah Pura Dharma Santhi Desa Sapi Kerep.
Masyarakat Hindu Suku Tengger di desa tersebut terlihat antusias mengikuti rangkaian upacara, mereka datang ke pura dengan membawa berbagai sesaji sebagai tanda syukur dan penghormatan.
Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Sapi Kerep, Rujiyanto, Galungan adalah simbol kemenangan Dharma. Perayaan ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam.
"Pada kali ini warga Hindu di Sapi Kerep sangat bersemangat mengikuti prosesi persembahyangan Galungan, karena mereka percaya bahwa perayaan ini mengingatkan akan pentingnya persatuan dan kemenangan kebenaran atas kejahatan," ujarnya.
Lanjutnya, Kabupaten Probolinggo dikenal sebagai salah satu wilayah dengan populasi Hindu Tengger terbesar, terdapat di dua kecamatan yaitu Sumber dan Sukapura yang merupakan pusat aktivitas keagamaan umat Hindu setempat.
Rujiyanto berharap perayaan Galungan kali ini tidak hanya memperkuat iman umat Hindu, tetapi juga mempererat kerukunan antarumat beragama di Probolinggo.
Ia berharap bahwa kemenangan Dharma yang dirayakan pada Galungan kali ini dapat membawa kedamaian dan harmoni bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, Hendrik salah seorang umat Hindu juga berharap ada kedamaian yang terus terpatri bagi masyarakat Hindu khususnya Suku Tengger di Probolinggo. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

