Ketua PMI Jember Mundur, Bupati Tunjuk Plt untuk Jaga Pelayanan
Ketua PMI Jember Mohammad Thamrin resmi mengundurkan diri. Bupati Jember Muhammad Fawait menunjuk Zainollah sebagai pelaksana tugas untuk memastikan pelayanan kesehatan dan kemanusiaan tetap berjalan.
JEMBER, SJP — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Mohammad Thamrin, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Sebagai langkah cepat, Bupati Jember Muhammad Fawait menunjuk Zainollah, sekretaris PMI, sebagai pelaksana tugas ketua.
Fawait menegaskan, PMI memiliki peran strategis di sektor kesehatan. Keberadaannya sangat vital mendukung pelayanan masyarakat, terlebih Rumah Sakit Daerah dr. Subandi ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi tujuh daerah sekitar.
“Tentu keberadaan PMI sangat vital untuk mendukung pelayanan kesehatan, baik di Jember maupun kabupaten kota lain,” kata Fawait saat menyerahkan surat penunjukan pelaksana tugas Ketua PMI Jember, Sabtu (23/8/2025).
Dia menjelaskan, kabar pengunduran diri Thamrin diterima pemerintah daerah melalui surat resmi dari PMI Jawa Timur. Pemerintah daerah segera menindaklanjutinya dengan melakukan koordinasi bersama pengurus provinsi.
Menurut Fawait, hasil diskusi dengan PMI Jawa Timur menghasilkan kesepakatan agar Zainollah ditugaskan sebagai pelaksana tugas ketua. Dia diminta melanjutkan kepemimpinan hingga terbentuk kepengurusan definitif.
“SK Plt ini berlaku maksimal satu bulan. Mudah-mudahan sebelum itu, kepengurusan definitif sudah terbentuk,” jelas Fawait.
Lebih lanjut, Fawait menyatakan Pemkab Jember mendukung penuh proses transisi kepengurusan PMI. Pemerintah siap bersinergi terutama dalam program kesehatan dan penanganan kebencanaan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar layanan PMI segera berjalan normal, termasuk soal Unit Donor Darah yang sedang diproses perizinannya,” pungkas Fawait.
Sementara itu, Zainollah menyatakan siap mengemban amanah sebagai pelaksana tugas ketua PMI Jember. Dia berkomitmen melakukan terobosan untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan.
“Program awal saya adalah menggalakkan donor darah, termasuk bekerja sama dengan pesantren, organisasi masyarakat, hingga komunitas,” ucap Zainollah.
Dia menekankan, kolaborasi dengan berbagai elemen penting untuk memastikan ketersediaan darah. Bahkan, PMI Jember ditargetkan mampu membantu kabupaten lain ketika terjadi bencana.
“Doakan saja agar semua berjalan lancar. Kami akan berusaha maksimal agar stok darah aman, pelayanan meningkat, dan PMI Jember semakin bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (***)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

