Ketua Komisi III DPRD Gresik Tak Menampik Anggotanya Minta Rumah Murah, Begini Kronologinya

Ditengah ramai oknum anggota DPRD Gresik meminta rumah murah, Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah tidak menampik kebenaran kabar tersebut. Harga rumah yang seharusnya dijual Rp400 juta, diminta oknum anggota DPRD tersebut hanya Rp200 juta.

15 Sep 2025 - 18:43
Ketua Komisi III DPRD Gresik Tak Menampik Anggotanya Minta Rumah Murah, Begini Kronologinya
Foto: Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP - Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah tidak menampik kabar bahwa anggotanya meminta jatah unit rumah murah saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di perumahan The Oso, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. 

Ia menyebut, permasalahan tersebut akan diselesaikan secara bersama-sama dengan pimpinan DPRD Gresik dan pihak Perumahan Oso. 

"Besok akan kita jawab bersama pimpinan juga dengan Oso agar lebih jelas semuanya, apa yang menjadi pertanyaan-pertanyaan. Besok bareng-bareng akan kita bahas bersama pimpinan," kata Sulisno, pasca menggelar rapat internal Komisi III DPRD Gresik, Senin (15/9/2025).

Sulisno menjelaskan bahwa sidak yang dilakukan rombongan Komisi III DPRD Gresik ke Perumahan Oso di Kecamatan Kedamean, untuk kebaikan bersama. 

Ia menyebut, sidak yang dilakukan pada Jumat (12/9/2025), itu berdasarkan aduan masyarakat yang disampaikan ke DPRD Gresik sehingga harus turun ke lapangan untuk melihat kebenarannya. 

Pihaknya menegaskan, sidak tersebut bertujuan baik supaya yang menjadi aduan masyarakat bisa diperbaiki oleh pihak Perumahan Oso. 

"Aduannya ialah saluran air yang kurang sesuai, mengarah ke milik perorangan," jelasnya.

Sementara itu, Kuasa hukum Perumahan The Oso, Debby Puspita Sari, mengaku geram perihal sidak rombongan Komisi III DPRD Gresik itu disertai permintaan harga murah. Permintaan itu disertai ancaman perizinan. 

Oknum DPRD itu meminta unit rumah separuh harga dari yang tertera penjualan. Harga rumah yang seharusnya dijual Rp400 juta, diminta oknum anggota DPRD tersebut hanya Rp200 juta. 

Ia menyesalkan tingkah oknum dewan tersebut, bukannya fokus soal permasalahan drainase justru meminta jatah rumah dengan harga murah.

Ia juga menyinggung, bahasa yang digunakan oknum anggota DPRD Gresik itu saat sidak memcerminkan orang tidak memiliki etika.

"Dewan terhormat tidak semestinya memaki, membentak, san menunjuk-tunjuk," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow