Ketika Tubuh Merindukan Kopi: Cerita di Balik “Caffeine Withdrawal”

Bagi pecinta kopi, berhenti mendadak bisa memicu caffeine withdrawal: sakit kepala, lelah, sulit fokus. Meski tidak berbahaya, kondisi ini mengganggu aktivitas. Kurangi kopi bertahap, perbanyak air putih, tidur cukup, dan jalani gaya hidup sehat.

04 Oct 2025 - 19:21
Ketika Tubuh Merindukan Kopi: Cerita di Balik “Caffeine Withdrawal”
Kopi arabika dan robusta asli Bondowoso yang selalu dirindukan cita rasanya (foto : Rizqi/SJP)

SUARAJATIMPOST - Siapa di antara kita yang merasa hari belum benar-benar dimulai kalau belum menyeruput kopi hangat? Dari anak muda hingga orang tua, kopi sering kali jadi teman setia. Menemani pagi, menemani kerja, bahkan menemani saat begadang mengejar deadline.

Di balik aromanya yang khas, kopi menyimpan kandungan kafein yang punya banyak manfaat. Ia bisa membuat tubuh terasa lebih berenergi, menjaga fokus dan konsentrasi, memperbaiki suasana hati, hingga membantu tubuh tetap terjaga. Tak heran, kopi kerap dianggap penyelamat saat mata mulai berat.

Namun, ada sisi lain yang jarang disadari. Bagi mereka yang terbiasa minum kopi setiap hari, berhenti mendadak bisa memunculkan reaksi tubuh yang disebut caffeine withdrawal. Inilah kondisi ketika tubuh “merindukan” asupan kafein yang biasanya hadir.

Gejalanya bervariasi, mulai dari sakit kepala, lelah, sulit berkonsentrasi, hingga mood yang naik turun. Umumnya, gejala berlangsung antara dua hingga sembilan hari, dengan puncaknya muncul 12–24 jam setelah terakhir kali minum kopi. Walau tidak berbahaya, kondisi ini bisa cukup mengganggu, terutama bagi mereka yang sedang dikejar pekerjaan atau tugas kuliah.

Kabar baiknya, ada cara untuk mengurangi gejala tersebut. Caranya sederhana, kurangi konsumsi kopi secara bertahap, pilih jenis kopi dengan kadar kafein rendah, atau beralih ke minuman non-kafein. Jangan lupa, tubuh juga butuh cukup air putih, tidur berkualitas 7–9 jam per malam, serta gaya hidup sehat lewat olahraga, makanan bergizi, dan manajemen stres.

Jika gejala terasa berat hingga mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Pada akhirnya, kopi hanyalah bagian kecil dari keseharian kita. Menikmatinya dengan bijak akan membuat setiap tegukan terasa lebih berarti, bukan sekadar rutinitas, tapi sebuah kenikmatan yang tak harus selalu bergantung. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
Instagram Alodokter_id

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow