Bank Jatim Genjot Digitalisasi dan Pertumbuhan Bisnis, Laba Bersih Naik 30 Persen
Peningkatan kualitas aset dilakukan melalui strategi penyaluran kredit yang lebih prudent dan selektif, dengan pengelolaan risiko yang terukur. Dana pihak ketiga juga terus dioptimalkan agar pertumbuhan dapat berkelanjutan.
SURABAYA, SJP — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat kinerja solid sepanjang paruh pertama 2025. Dalam paparan Public Expose 2025 yang digelar secara daring, Kamis (11/9/2025), manajemen menegaskan fokus pada penguatan aset, ekosistem digital, dan ekspansi bisnis.
Direktur Bisnis Menengah, Korporasi, dan Jaringan Bank Jatim, Arif Suhirman, mengatakan perusahaan menargetkan menjadi bank pembangunan daerah dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus memiliki daya saing nasional.
“Visi kami adalah menjadi BPD nomor satu di Indonesia. Untuk itu, hingga akhir 2025 kami fokus pada tiga sasaran utama, yakni peningkatan kualitas aset dan liabilitas, pendalaman ekosistem digital, serta perluasan skala bisnis,” ujar Arif.
Fokus Aset dan Ekosistem Digital
Menurut Arif, peningkatan kualitas aset dilakukan melalui strategi penyaluran kredit yang lebih prudent dan selektif, dengan pengelolaan risiko yang terukur. Dana pihak ketiga juga terus dioptimalkan agar pertumbuhan dapat berkelanjutan.
Di sisi lain, pendalaman ekosistem digital ditempuh dengan mengintegrasikan seluruh lini bisnis mulai dari keuangan pemerintah daerah, UMKM, hingga layanan masyarakat ke dalam satu platform digital yang cepat dan aman.
“JConnect sebagai brand digital Bank Jatim terus tumbuh, baik dari sisi jumlah pengguna maupun utilitas transaksinya,” jelas Arif.
Pertumbuhan Bisnis dan Aksi Korporasi
Selain pertumbuhan organik, Bank Jatim juga menempuh ekspansi lewat aksi korporasi. Sejak akhir 2024, perseroan melakukan penyertaan modal kepada sejumlah BPD melalui pola Kelompok Usaha Bank (KUB) serta menerbitkan obligasi berkelanjutan.
“Aksi korporasi ini diharapkan mempercepat pertumbuhan bisnis dan memperluas skala usaha Bank Jatim,” kata Arif.
Kinerja Keuangan Menguat
Hingga triwulan II 2025, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp118,15 triliun atau tumbuh 16,71 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Laba bersih konsolidasi tercatat Rp811 miliar, naik 30,64 persen YoY.a
Secara individu, aset Bank Jatim tercatat Rp101,75 triliun, naik 0,51 persen YoY, dengan laba bersih Rp703 miliar atau tumbuh 13,26 persen YoY. Kredit individu juga meningkat 15,91 persen YoY, dengan portofolio kredit konsumtif mencapai Rp35,79 triliun dan kredit produktif Rp31,51 triliun.
“Optimalisasi tenaga kerja dan monitoring berkala membuat penyaluran kredit konsumtif maupun produktif tumbuh maksimal,” tutur Arif.
Perluasan Jaringan dan Agen Jatim
Arif menambahkan, kekuatan Bank Jatim tidak hanya ditopang jaringan konvensional di seluruh Jawa Timur, tetapi juga jaringan digital yang memperluas akses layanan masyarakat.
Olehnya, saat ini akses jaringan digital Bank Jatim memiliki 14.008 Agen Jatim yang berperan meningkatkan transaksi perbankan sekaligus mendukung penyaluran kredit melalui metode referral.
“Selain memperluas basis nasabah, kami terus meningkatkan jumlah transaksi lewat berbagai promo produk dan layanan,” ujar Arif.
Komitmen pada Keberlanjutan
Di luar kinerja keuangan, Bank Jatim menegaskan komitmennya pada pembangunan berkelanjutan. Pada 2024, perseroan menyalurkan kredit ramah lingkungan sebesar Rp5,65 triliun, disertai program tanggung jawab sosial (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, budaya, dan sosial.
“Kami memiliki komitmen menjaga lingkungan hidup melalui kegiatan pelestarian yang nilainya meningkat setiap tahun,” tutup Arif. (***)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

