Ketika Pendidikan Tak Lagi Soal Biaya: Kisah SMK Ar-Roudloh Gedangan Malang

Sekolah berbasis pesantren di Malang Selatan ini menampung ratusan siswa dengan sistem gratis, membuka akses pendidikan layak bagi anak-anak desa.

18 Feb 2026 - 15:00
Ketika Pendidikan Tak Lagi Soal Biaya: Kisah SMK Ar-Roudloh Gedangan Malang
Gus Ali Fasha (tengah) berfoto bersama jajaran guru dan siswa SMK Ar-Roudloh Sidodadi, Kec. Gedangan Kabupaten Malang. (Foto : Ist/dok. Ar Roudloh/SJP)

MALANG, SJP — Di tengah tantangan akses pendidikan menengah di wilayah pelosok, SMK Ar-Roudloh muncul sebagai solusi konkret bagi masyarakat Malang Selatan.

Berlokasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, sekolah berbasis pesantren ini menggratiskan seluruh biaya pendidikan dan asrama bagi 260 siswanya.

Lembaga yang didirikan pada tahun 2021 ini berada di bawah naungan Pondok Pesantren (PP) Ar-Roudloh yang dipimpin oleh Ali Fasha, S.Ag., M.Pd. Kehadiran SMK ini merupakan jawaban atas aspirasi wali murid dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang menginginkan keberlanjutan pendidikan kejuruan berbasis agama di wilayah tersebut.

Transformasi dan Legalitas Penuh Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi lembaga ini. Setelah menuntaskan proses akuisisi dan pemindahan nomenklatur dari SMK Merdeka Lawang, sekolah ini secara resmi menyandang nama SMK Ar-Roudloh.

Seluruh aspek legalitas, termasuk Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP), telah terpenuhi sepenuhnya.

"Tahun ini menjadi tonggak peluncuran penuh (full launching). Kami mengintegrasikan pendidikan umum dan pesantren agar berjalan beriringan," ujar Ali Fasha, atau yang karib disapa Gus Ali, Rabu (18/2/2026).

Kurikulum Kejuruan Berdaya Saing Meski berada 70 kilometer dari pusat Kota Malang, SMK Ar-Roudloh menawarkan tiga kompetensi keahlian strategis, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), siswa terlibat langsung dalam praktik perakitan di karoseri besar.

Desain Komunikasi Visual (DKV), dibimbing oleh tenaga pendidik berkompeten sesuai kualifikasi industri.

Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, siswa difasilitasi PKL di berbagai instansi pemerintahan seperti Polsek, KUA, hingga Puskesmas.

"Visi kami adalah memberikan kesempatan yang sama bagi anak desa untuk bersaing dengan anak kota. Perbedaannya hanya pada pengasahan kemampuan," tegas Gus Ali.

Komitmen Pendidikan Tanpa Biaya Aspek paling revolusioner dari SMK Ar-Roudloh adalah sistem operasionalnya yang sepenuhnya gratis.

Pihak yayasan menjamin tidak ada pungutan biaya, baik untuk sekolah maupun fasilitas mondok. Strategi manajemen yang mandiri dan keyakinan akan keberkahan menjadi landasan utama kebijakan ini.

Kepercayaan masyarakat terus meningkat secara signifikan. Dari awalnya hanya memiliki 30 siswa, kini tercatat ada 260 peserta didik dalam data Dapodik.

Sebaran siswa tidak hanya berasal dari Malang Selatan, tetapi juga menjangkau Probolinggo hingga Lampung. Dukungan Infrastruktur dan Jaringan Global Berdiri di atas lahan wakaf seluas 11.000 meter persegi dengan konsep sekolah alam, Ar-Roudloh terus bersolek.

Tahun ini, lembaga tersebut lolos verifikasi pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan pembangunan senilai Rp1,7 miliar, serta direncanakan menerima hibah provinsi sebesar Rp500 juta pada 2027 mendatang.

Tak hanya infrastruktur, orientasi lulusan pun mulai diarahkan ke pasar kerja internasional. Sekolah ini mulai membuka peluang magang dan penempatan kerja ke mancanegara, seperti Taiwan, Jepang, hingga Turki.

Dengan keterlibatan 22 tenaga pendidik yang mayoritas merupakan putra daerah, SMK Ar-Roudloh kini bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan simbol harapan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di pelosok Kabupaten Malang. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow